<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593</id><updated>2011-11-24T01:16:09.460+07:00</updated><category term='Alkisah'/><category term='jokes'/><category term='Real Story'/><category term='Ceritanya...'/><category term='Fabel'/><category term='Petuah'/><category term='work'/><category term='Daddy'/><title type='text'>Tenda Semangat</title><subtitle type='html'>Motivasi, semangat, Luar Biasa!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5789918076569541377</id><published>2010-07-13T20:55:00.001+07:00</published><updated>2010-07-13T20:55:42.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>meja kayu</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan&lt;br /&gt;anaknya.Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang&lt;br /&gt;berusia 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak&lt;br /&gt;menentu.Penglihatan nya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.&lt;br /&gt;Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orang&lt;br /&gt;tua yang pikun ini sering&lt;br /&gt;mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang&lt;br /&gt;rabun,membuatnya susah untuk menyantap makanan.Sendok dan garpu kerap&lt;br /&gt;jatuh ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah&lt;br /&gt;membasahitaplak. &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1279029269_1"&gt;Anak&lt;/span&gt; dan  menantunya pun menjadi gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa direpotkan dengan semua ini."Kita harus lakukan&lt;br /&gt;sesuatu,"ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk&lt;br /&gt;pak tua ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di&lt;br /&gt;sudutruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian,&lt;br /&gt;saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring,&lt;br /&gt;keduanya&lt;br /&gt;juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka,&lt;br /&gt;terdengarisak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak&lt;br /&gt;mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari&lt;br /&gt;suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.Suatu&lt;br /&gt;malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yangsedang&lt;br /&gt;memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamusedang&lt;br /&gt;membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayubuat&lt;br /&gt;ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti.Nanti, akan kuletakkan di&lt;br /&gt;sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan&lt;br /&gt;melanjutkan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan&lt;br /&gt;terpukul.Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai&lt;br /&gt;bergulir darikedua pipi mereka.Walau tak ada kata-kata yang terucap,&lt;br /&gt;kedua orangtuaini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan&lt;br /&gt;bersama dimeja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring&lt;br /&gt;yang jatuh,&lt;br /&gt;makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa&lt;br /&gt;makanbersama lagi di meja utama.&lt;br /&gt;============ ========= ========= ========= ========= =====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu&lt;br /&gt;mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka&lt;br /&gt;akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang&lt;br /&gt;lain&lt;br /&gt;dengan sopan, hal itu pula &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279029269_2"&gt;yang akan&lt;/span&gt; dilakukan oleh mereka saat dewasa&lt;br /&gt;kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan&lt;br /&gt;jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-&lt;br /&gt;anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk&lt;br /&gt;masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan&lt;br /&gt;selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama&lt;br /&gt;halnya dengan&lt;br /&gt;tabungan masa depan.&lt;br /&gt;============ ========= ========= ========= ========= ========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk Jika anak hidup&lt;br /&gt;dalam kekerasan, ia belajar berkelahi&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa&lt;br /&gt;bersalah&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279029269_3"&gt;mencari&lt;br /&gt;cinta&lt;/span&gt; di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terlihat disini peran orang tua sangat penting karena mereka&lt;br /&gt;diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat&lt;br /&gt;melesatkan&lt;br /&gt;anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya.&lt;br /&gt;Tentu &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279029269_4"&gt;hari ini&lt;/span&gt; harus  lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus&lt;br /&gt;lebih&lt;br /&gt;baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan&lt;br /&gt;datang harus lebih baik dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5789918076569541377?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5789918076569541377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/meja-kayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5789918076569541377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5789918076569541377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/meja-kayu.html' title='meja kayu'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-8231589911990472479</id><published>2010-07-13T20:53:00.001+07:00</published><updated>2010-07-13T20:53:53.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>HACHIKO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Di Kota Shibuya, &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279029189_0"&gt;Jepang&lt;/span&gt;, tepatnya di  alun-alun sebelah timur &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1279029189_1"&gt;Stasiun Kereta Api&lt;/span&gt; Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan  patung pahlawan ataupun patung &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1279029189_2"&gt;selamat datang&lt;/span&gt;,  melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mengenang kesetiaan seekor anjing  kepada tuannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya.  Namanya &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Profesor Hidesamuro  Ueno&lt;/span&gt;. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, &lt;strong&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1279029189_3"&gt;Hachiko&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali.. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Musim dingin di Jepang tahun ini  begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://omwijaya.com/wp-content/uploads/2008/11/hachiko.bmp"&gt;&lt;img class="alignleft size-thumbnail wp-image-353" title="hachiko" src="http://omwijaya.com/wp-content/uploads/2008/11/hachiko.bmp" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu,  seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Kereta api datang tepat waktu. Bunyi  gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1279029189_4"&gt;batu&lt;/span&gt;  bara itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Setelah mengelus dengan kasih sayang  kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;” Anjing manis, jangan pergi ke  mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko  menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Di kampus, Profesor Ueno selain  jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali  di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Menjelang malam udara semakin dingin  di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Malam pun datang. Stasiun semakin  sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Para pegawai stasiun yang kasihan  melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Mereka pun berusaha memberi tahu  Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Akhirnya tersebarlah berita tentang  seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Selama 9 tahun lebih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Warga yang mendengar kematian Hachiko  segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Mereka begitu terkesan dan terharu.  Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Sungguh kisah yg menggugah  hati….tak habis2nya saya meneteskan air mata membaca cerita hidup  Hachiko….&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-8231589911990472479?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/8231589911990472479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/hachiko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8231589911990472479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8231589911990472479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/hachiko.html' title='HACHIKO'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6993546197182314524</id><published>2010-07-13T20:51:00.001+07:00</published><updated>2010-07-13T20:51:57.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>dua bersaudara</title><content type='html'>Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka.&lt;br /&gt;Yang  seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang&lt;br /&gt;lainnya  masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu&lt;br /&gt;membagi  sama rata hasil yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saudara  yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil&lt;br /&gt;jika kami membagi rata  semua hasil yang kami peroleh. Aku masih&lt;br /&gt;lajang dan kebutuhanku hanya  sedikit." Karena itu, setiap malam ia&lt;br /&gt;mengambil sekarung padi dari  lumbung miliknya dan menaruhnya di&lt;br /&gt;lumbung milik saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya,&lt;br /&gt;"Tidak  adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku&lt;br /&gt;punya  istri dan anak-anak &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279028926_5"&gt;yang  akan&lt;/span&gt; merawatku di masa tua nanti,&lt;br /&gt;sedangkan saudaraku tidak  memiliki siapa pun dan tidak seorang pun&lt;br /&gt;akan peduli padanya pada  masa tuanya." Karena itu, setiap  malam ia&lt;br /&gt;pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan  menaruhnya di&lt;br /&gt;lumbung milik saudara satu-satunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama  bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu&lt;br /&gt;masing-masing,  sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah&lt;br /&gt;berkurang, hingga  suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu&lt;br /&gt;mereka tahu apa  yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan  persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah&lt;br /&gt;persaudaraan tanpa  memusingkan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita mampu membangun  persaudaraan yang diwarnai kasih&lt;br /&gt;seperti kisah di atas tadi? Kedua  orang saudara tadi belajar memahami&lt;br /&gt;kebutuhan satu sama lain. Yang  masih lajang dapat melihat tentulah&lt;br /&gt;lebih banyak kebutuhan saudaranya  yang sudah berkeluarga daripada&lt;br /&gt;kebutuhannya sendiri. Sementara yang  sudah berkeluarga mampu memahami&lt;br /&gt;saudaranya yang masih lajang itu  tidak memiliki siapa-siapa, dia lebih&lt;br /&gt;membutuhkan kekayaan  daripada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk memahami itu bisa menjadi  kenyataan dalam perbuatan&lt;br /&gt;kalau mereka tidak lagi menjadikan kekayaan  sebagai satu-satunya&lt;br /&gt;sumber kehidupan. Mereka lebih menomorsatukan  bagaimana orang lain&lt;br /&gt;bisa hidup layak di dunia ini, dengan  konsekuensi diri mereka pun lalu&lt;br /&gt;dinomorduakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6993546197182314524?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6993546197182314524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/dua-bersaudara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6993546197182314524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6993546197182314524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/dua-bersaudara.html' title='dua bersaudara'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3202976867638923977</id><published>2010-07-13T20:49:00.001+07:00</published><updated>2010-07-13T20:49:42.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jokes'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#2f2f2f;"&gt;Alkisah  ada seorang engineer bernama Prayitno,ST  yg bekerja di&lt;br /&gt;pabrik manufaktur elektronik &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279028897_0"&gt;Jepang&lt;/span&gt;, ni orang baru aja  lolos  tes&lt;br /&gt;perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan  mau&lt;br /&gt;resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat  aja  ya,&lt;br /&gt;manajer = M, dan prayitno = P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = edan kowe yo prayitno,  lagi S-2  dah mau resign, dimana morality&lt;br /&gt;kamu?&lt;br /&gt;P = morality saya ikut  berlari  bersama morality perusahaan, yg nyuruh&lt;br /&gt;karyawannya lembur2 melebihi  aturan  pemerintah ampe sakit tapi tunjangan&lt;br /&gt;kesehatan gak full&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M =  sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279028897_1"&gt;Saya&lt;/span&gt; udah menjalani&lt;br /&gt;2  company sebelum ini&lt;br /&gt;P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya  gak ragu  resign pak,&lt;br /&gt;wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya  pilih  yg&lt;br /&gt;rewardnya lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = kenapa kmu gak mencoba profesional  disini aja,  klo alasannya reward,&lt;br /&gt;kan nanti karir serta salary kamu juga bakal  naik kalo  kamu bertahan&lt;br /&gt;P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg  nawarin itu  skarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling  berpotensi  diantara&lt;br /&gt;yg lain&lt;br /&gt;P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg  resign  sebelum&lt;br /&gt;saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi  besar,  disini kmu bisa&lt;br /&gt;sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di  company lain  yg blum&lt;br /&gt;ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak&lt;br /&gt;P = disini  juga sama  aja&lt;br /&gt;saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok.  Sama2&lt;br /&gt;gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg  lebih  baik&lt;br /&gt;dunk......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = maksud kmu lebih baik itu apa? money?  uang itu  bukan segala2nya&lt;br /&gt;P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji  saya,  apa artinya uang&lt;br /&gt;segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M  =  Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu&lt;br /&gt;hanya   mengejar "live". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk&lt;br /&gt;bertahan   hidup, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1279028897_2"&gt;Kmu&lt;/span&gt; itu  engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih&lt;br /&gt;mulia, bekerja  untuk berkarya, untuk mengembangkan diri&lt;br /&gt;P = saya pengennya seperti  itu,  makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari&lt;br /&gt;orientasi "live" klo  tiap  bulan saya harus pusing mikir bayaran kos,&lt;br /&gt;pulsa, makan, ngirim ortu,  nabung  buat merit. Naaaa skarang ada company&lt;br /&gt;yg nawarin itu, salary yg  membuat saya  tenang, tak berpikir lagi tentang&lt;br /&gt;"live exixtency". So, boleh dunk  saya ambil  untuk menaikkan derajat&lt;br /&gt;pekerjaan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = prayitno.... klo  kmu  ngejar yg lebih baik, gak akan abis2.... selalu&lt;br /&gt;ada yg lebih baik.  saya sudah  mengalaminya di 2 company terdahulu&lt;br /&gt;P = emang gak bakal abis pak....  karena  itu, ngapain saya abisin disini?&lt;br /&gt;mending saya terus2an dapet yg lebih  baik  ampe brenti karena cape.&lt;br /&gt;lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang  jepang  maju&lt;br /&gt;karena loyal&lt;br /&gt;P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji  orang&lt;br /&gt;dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi  lihatlah,&lt;br /&gt;terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena  lelakinya&lt;br /&gt;gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya  istri2  mereka&lt;br /&gt;harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal  waktu  bapak&lt;br /&gt;yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja  daripada&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling  gak  romantis. Ce bawa&lt;br /&gt;tas berat aja dicuekin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = tapi dimana  responsibility kmu?&lt;br /&gt;P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu  saya pernah  punya, pas&lt;br /&gt;awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan  pembenaran  untuk&lt;br /&gt;menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan  kesehatan&lt;br /&gt;untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2  merupakan  percepatan&lt;br /&gt;uang masuk ke kantong pemilik saham.&lt;br /&gt;Betul, manusia  harus  punya responsibility. Apa responsibility paling&lt;br /&gt;utama? keluarga. Anak  dan  istri adalah amanah dari &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279028897_3"&gt;Yg&lt;/span&gt;  Diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = kmu kurang bersyukur, masih  banyak orang yg susah dapet kerjaan&lt;br /&gt;P = saya dah diterima Pak, itu  rejeki  dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil,&lt;br /&gt;itu yg namanya gak bersyukur. Yg  Diatas  itu tau kebutuhan kta.&lt;br /&gt;Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin  karena  kebutuhan saya&lt;br /&gt;meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi  pekerjaan pada  satu orang&lt;br /&gt;pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini  setelah  resign&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu  resign...... ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P = Nggak bisa pak.... kowe wis tuwo.Cuma bisa  ngelamar  ke yg sesuai&lt;br /&gt;background. ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3202976867638923977?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3202976867638923977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/alkisah-ada-seorang-engineer-bernama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3202976867638923977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3202976867638923977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/alkisah-ada-seorang-engineer-bernama.html' title=''/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6710606498446069792</id><published>2010-07-13T20:45:00.000+07:00</published><updated>2010-07-13T20:47:50.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Petani dan Mata Air</title><content type='html'>Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.Mata air itu  bisa&lt;br /&gt;  mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang  diinginkannya,&lt;br /&gt;  sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani  mengucapkan&lt;br /&gt;  kata "cukup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di  depan&lt;br /&gt;  hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.  Setelah&lt;br /&gt;  semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,&lt;br /&gt;  seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum  cukup,&lt;br /&gt;  dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu  mati&lt;br /&gt;  tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata  cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata&lt;br /&gt;  "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan  kerja&lt;br /&gt;  kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah  target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya  kurang&lt;br /&gt;  pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh  orang&lt;br /&gt;  yang bisa mensyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu takut berkata cukup.Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita&lt;br /&gt;  berhenti berusaha dan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan&lt;br /&gt;  berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang  telah kita&lt;br /&gt;  terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan  manusia&lt;br /&gt;  membuat kita sulit berkata cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1279028645_0"&gt;hari ini&lt;/span&gt;, maka&lt;br /&gt;  kita akan menjadi manusia yang berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah untuk berkata "Cukup"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak suka bibirku..kurang seksi. Aku ingin seperti Angelina Jolie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama seseorang berharap.... ......... ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, berikanlah aku bibir yang normal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mataku berwarna biru...Akan lebih cantik bila aku punya mata&lt;br /&gt;  berwarna biru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama seseorang berharap.... ........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kenapa kau tidak berikan aku sepasang mata untuk melihat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku oleskan pewarna dan kurawat jari-jariku agar selalu tampil cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama seseorang bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kau hanya berikan aku 4 jari, namun aku mensyukurinya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan ke salon, creambath dan hairspa agar rambutku tampil cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama seseorang menangis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kenapa aku diberikan kepala dengan ukuran yang berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seperti ini, rambut seperti apapun akan terlihat aneh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama seseorang bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kau tak memberikan aku tangan dan kaki..namun aku bahagia aku  masih&lt;br /&gt;  bisa berkarya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tubuh kita adalah hal yang berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli apapun warnanya, apapun ukurannya, apapun bentuknya... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurilah itu sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di luar sana&lt;br /&gt;  masih banyak yang mengharapkan mendapat fisik yang lengkap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lah ciptaan Tuhan yang terbaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau yang tampan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurilah itu..walaupun itu hanya sementara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat dengarlah... jutaan orang di luar&lt;br /&gt; sana ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap bisa melihat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap bisa mendengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berharap bisa berbicara... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak pernah mengerti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak kan&lt;br /&gt;  pernah mengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya kau tidak kekurangan.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6710606498446069792?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6710606498446069792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/petani-dan-mata-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6710606498446069792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6710606498446069792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/petani-dan-mata-air.html' title='Petani dan Mata Air'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5420762489897374135</id><published>2010-07-07T17:10:00.000+07:00</published><updated>2010-07-07T17:11:38.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Perbuatan baik tidak pernah sia-sia</title><content type='html'>Al kisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. &lt;span id="more-727"&gt;&lt;/span&gt;Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan” Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang kaya raya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang “Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal jika dia  lebih teliti maka niat baik nya itu bisa lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.&lt;br /&gt;Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu pula dengan “kecerobohan” si dermawan. &lt;p&gt;Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang bisa kita dapatkan. Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan.&lt;/p&gt;by Rangga Prayuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5420762489897374135?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5420762489897374135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/perbuatan-baik-tidak-pernah-sia-sia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5420762489897374135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5420762489897374135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/07/perbuatan-baik-tidak-pernah-sia-sia.html' title='Perbuatan baik tidak pernah sia-sia'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-8413585508021614718</id><published>2010-01-29T14:22:00.000+07:00</published><updated>2010-01-29T14:25:10.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Real Story'/><title type='text'>Anak yang mencintai Ibunya</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; color: rgb(32, 32, 32); "&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,&lt;br /&gt;wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,&lt;br /&gt;memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini&lt;br /&gt;memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain&lt;br /&gt;saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya&lt;br /&gt;membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun&lt;br /&gt;melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya&lt;br /&gt;menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga&lt;br /&gt;Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan&lt;br /&gt;membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-163"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa&lt;br /&gt;stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu&lt;br /&gt;melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu&lt;br /&gt;menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal&lt;br /&gt;dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi&lt;br /&gt;semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya&lt;br /&gt;mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya&lt;br /&gt;pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang&lt;br /&gt;sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya&lt;br /&gt;tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar&lt;br /&gt;hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak&lt;br /&gt;kejadian itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia&lt;br /&gt;Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat&lt;br /&gt;buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah&lt;br /&gt;sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah&lt;br /&gt;berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah&lt;br /&gt;perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi&lt;br /&gt;yang mengingatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti&lt;br /&gt;sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari&lt;br /&gt;betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas&lt;br /&gt;kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore&lt;br /&gt;itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad&lt;br /&gt;dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang&lt;br /&gt;sebenarnya terjadi?”&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal&lt;br /&gt;yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan&lt;br /&gt;terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah&lt;br /&gt;memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis&lt;br /&gt;saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.&lt;br /&gt;Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari&lt;br /&gt;hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya&lt;br /&gt;tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada&lt;br /&gt;sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya&lt;br /&gt;mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali&lt;br /&gt;potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan&lt;br /&gt;Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap&lt;br /&gt;sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.&lt;br /&gt;Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala&lt;br /&gt;ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal&lt;br /&gt;dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10&lt;br /&gt;tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus&lt;br /&gt;menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,&lt;br /&gt;saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.&lt;br /&gt;Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,&lt;br /&gt;namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan&lt;br /&gt;yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis&lt;br /&gt;setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Saya pun membaca tulisan di kertas itu…&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama&lt;br /&gt;Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji&lt;br /&gt;kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…&lt;br /&gt;katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!&lt;br /&gt;Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 20px; "&gt;“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric&lt;br /&gt;telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya&lt;br /&gt;sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan&lt;br /&gt;di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut&lt;br /&gt;apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya&lt;br /&gt;ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari&lt;br /&gt;belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang&lt;br /&gt;lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-8413585508021614718?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/8413585508021614718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/01/anak-yang-mencintai-ibunya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8413585508021614718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8413585508021614718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2010/01/anak-yang-mencintai-ibunya.html' title='Anak yang mencintai Ibunya'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6347733884909894607</id><published>2009-12-23T14:29:00.003+07:00</published><updated>2009-12-23T15:28:08.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petuah'/><title type='text'>Sedikit Fakta tentang KESUKSESAN</title><content type='html'>1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA !&lt;br /&gt;- Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun&lt;br /&gt;- Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun&lt;br /&gt;- Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun&lt;br /&gt;- Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.&lt;br /&gt;- Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.&lt;br /&gt;- Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini&lt;br /&gt;- Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam&lt;br /&gt;- Confusius: anak yatim di Cina&lt;br /&gt;- Charles Dickens : penulis cerita kanak&lt;br /&gt;-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN (CACAT) FISIK.&lt;br /&gt;- Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, penulis dan pendidik terkenal dunia.&lt;br /&gt;- Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.&lt;br /&gt;- F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32AS.&lt;br /&gt;- Beethoven: tuna rungu, komposer musik.&lt;br /&gt;- Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik, pemimpin pasukan penakluk Eropa.&lt;br /&gt;- Anthony Robbins: Lulusan SMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN&lt;br /&gt;- Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten.&lt;br /&gt;- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.&lt;br /&gt;- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah&lt;br /&gt;- The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.&lt;br /&gt;- Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.&lt;br /&gt;- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.&lt;br /&gt;- Andrie wongso : Lulusan SD, sekarang jadi salah satu Top motivator di indonesia, merupakan salah satu jajaran orang kaya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA&lt;br /&gt;- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.&lt;br /&gt;- Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.&lt;br /&gt;- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin&lt;br /&gt;- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, jadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.&lt;br /&gt;- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL&lt;br /&gt;1. Tidak ada tujuan / goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup&lt;br /&gt;2. Tidak pernah mencatat tujuan : hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.&lt;br /&gt;3. Tidak ingin bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.&lt;br /&gt;4. Tidak ada tindakan yang efektif : Banyak rencana, tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).&lt;br /&gt;5. Membatasi diri : menganggap tak berhak sukses karena, terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan.&lt;br /&gt;6. Malas : tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.&lt;br /&gt;7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.&lt;br /&gt;8. Tidak bisa mengatur waktu alias salah prioritas.&lt;br /&gt;9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.&lt;br /&gt;10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, mendengar kaset, seminar, mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.&lt;br /&gt;11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.&lt;br /&gt;12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.&lt;br /&gt;13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.&lt;br /&gt;14. Sombong dan menganggap diri sendiri paling hebat dan berhenti belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6347733884909894607?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6347733884909894607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/12/sedikit-fakta-tentang-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6347733884909894607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6347733884909894607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/12/sedikit-fakta-tentang-kesuksesan.html' title='Sedikit Fakta tentang KESUKSESAN'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-9155962458761952164</id><published>2009-11-24T14:20:00.002+07:00</published><updated>2009-11-24T14:28:00.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Seekor Keledai Tua</title><content type='html'>Seekor keledai tua milik petani jatuh ke dalam sumur. Si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya dia memutuskan bahwa keledai tersebut sudah tua dan sumur tersebut juga perlu ditimbun, karena tidak dipakai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia mulai menyekop tanah ke dalam sumur, tetapi yang terjadi adalah setiap kali tanah tersebut menimpa punggung keledai, si keledai menggoncang-goncangkan punggungnya sehingga tanahnya turun, lalu keledai menaiki tanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara petani terus menuangkan tanah, si keledai terus mengguncangkan badannya dan melangkah naik, sampai keledai bisa meloncati tepi sumur dan melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Guncangkanlah setiap tanah yang menimpa kita untuk dapat keluar dari sumur masalah kita, karena setiap masalah adalah batu pijakan untuk melangkah. Jika kita hanya berdiam diri saja maka tumpukan masalah itu kian meninggi dan kematianlah yang menanti kita nantinya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-9155962458761952164?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/9155962458761952164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/11/seekor-keledai-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/9155962458761952164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/9155962458761952164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/11/seekor-keledai-tua.html' title='Seekor Keledai Tua'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6871028192424959481</id><published>2009-10-27T12:04:00.001+07:00</published><updated>2009-10-27T12:06:12.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya...'/><title type='text'>Kebutuhan</title><content type='html'>Kebutuhan&lt;br /&gt;By: agussyafii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang marketing dealer sepeda motor yang sedang mencoba merayu seorang peternak sapi perah agar mau membeli sepeda motornya. peternak sapi itu menolak tawaran sang marketing dealer sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Maaf Mas, daripada saya membeli sepeda motor lebih baik saya membeli sapi perah aja. kata peternak sapi.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tapi pak, sebentar lagi mau lebaran lo pak. bapak akan terlihat aneh jika bepergian kemana-mana naik seekor sapi.' rayu marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mas ini bagaimana sih? apa saya tidak lebih aneh lagi jika orang melihat saya memerah sebuah sepeda motor?' jawab bapak peternak sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kita dalam hidup. Tidak mungkin bila kita membutuhkan sapi perah, kita diberikan oleh Sang Khaliq sepeda motor. Apa ya mungkin kita memerah sebuah sepeda motor? jawabnya jelas tidak mungkin. Alloh SWT senantiasa mengabulkan doa2 hamba-hambaNya sesuai dengan yang dibutuhkannya.Sementara Kita hanyalah memerlukan apa saja yang menjadi kebutuhan kita. Alloh SWT senantiasa memberikan apa yang kita butuhkan justru datangnya dari yang tidak kita sangka dan kita tidak duga. 'jangan menyerah' seperti syair lagu D'Massiv. Syukuri apa yg ada. hidup adalah anugerah. tetap jalani hidup ini. melakukan yg terbaik.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki) -Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At Thalaq [65]: 2).Wassalam,Agussyafii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6871028192424959481?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6871028192424959481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/kebutuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6871028192424959481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6871028192424959481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/kebutuhan.html' title='Kebutuhan'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3012478009200819553</id><published>2009-10-27T11:59:00.003+07:00</published><updated>2009-10-27T12:02:20.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya...'/><title type='text'>Tengoklah ke dalam by agus syafii</title><content type='html'>Tengoklah Ke Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: agus syafii, from milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama hidup berkeluarga suami istri dihadapkan kepada masalah. Suaminya mengira masalah kehidupan rumah tangganya terletak pada istrinya. Sang suami mengira bahwa istrinya tuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya suami pergi berkonsultasi kepada seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter menyarankan ketika dirumah agar memanggil istrinya dalam jarak empat meter.&lt;br /&gt;'Nanti kalo istri saya tidak menjawab, apa dia benar-benar tuli, dok?' tanya sang suami.&lt;br /&gt;'oo..belum tentu..kalo jarak empat meter tidak menjawab, cobalah mendekat dengan jarak dua meter,' jawab dokter.&lt;br /&gt;'Kalo masih tidak menjawab dok?" tanya lagi sang suami.'&lt;br /&gt;Panggillah yang lebih dekat lagi, kalo masih tidak menjawab berarti istri anda tuli.' kata dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di rumah sang suami melihat istrinya sedang menyirami bunga di halaman rumahnya. Dari jarak empat meter suaminya menyapa, 'Hai, sayang sedang ngapain?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya tidak dijawab, suaminya jadi khawatir, istrinya benar-benar tuli. Kemudian suaminya mendekat dengan jarak dua meter memanggil istrinya. 'Sayang, bunganya indah sekali ya..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata masih juga tidak mendengar jawaban istrinya. Dengan gagahnya suaminya berdiri mendekat disamping istrinya yang sedang menyiram bunga dan mengatakan dengan suara keras,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sayang, Sibuk ya? Lagi ngapain sih?',&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri menoleh dengan wajah memerah menahan amarah dan mengatakan kepada suaminya. 'Kamu ini ada apa sih? sudah tiga kali aku bilang, sedang menyirami bunga, masih aja bertanya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kita, seringkali kita beranggapan orang lain yang salah. Padahal sebenarnya kesalahan itu ada pada diri kita sendiri, terkadang kita tidak menyadari bahwa kesalahan itu terletak pada diri kita sendiri. Seperti lagu Ebiet G Ade, 'Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singgirkan debu yang masih melekat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip 90/10 ala Stephen Covey, sangat simple menjelaskan dalam membantu kita menghadapi masalah. kita tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kita tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana kita. Kita tidak dapat mengontrol kondisi 10 persen ini tetapi kita dapat mengontrol yang 90% . Yaitu cara kita bereaksi. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi kita dapat mengontrol reaksi kita. Itulah makna tengoklah ke dalam berarti bereaksi secara positif dalam menyikapi setiap masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3012478009200819553?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3012478009200819553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/tengoklah-ke-dalam-by-agus-syafii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3012478009200819553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3012478009200819553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/tengoklah-ke-dalam-by-agus-syafii.html' title='Tengoklah ke dalam by agus syafii'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6412063774219200987</id><published>2009-10-27T11:52:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T11:54:20.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritanya...'/><title type='text'>Kentang</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnyauntuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia memintasetiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya. Setiap anak,diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak maumereka maafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, danmencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantungyang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang danmalam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantungitu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar,dan ditenteng saat berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyakdari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampirsemua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu ituselesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritualyang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantungyang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa bebanitu,sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan, sebenarnya, adalahpekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana sajakita melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yangharus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dandendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, danmeruapkan aroma yang tak sedap,bisa jadi, itulah nilai yang akan kitadapatkan saat memendam amarah dan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yangkita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa,pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuksebuah kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dankedengkian hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari milis cetivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6412063774219200987?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6412063774219200987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/kentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6412063774219200987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6412063774219200987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/kentang.html' title='Kentang'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-8808825563912862953</id><published>2009-10-07T14:52:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T14:56:20.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daddy'/><title type='text'>Bussy daddy</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Seorang ayahnya yang super sibuk, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;yang bekerja setiap hari dengan waktu yang sangat padat.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; Sehingga demikian sibuknya, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dia tidak punya waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pada satu hari, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;sang ayah dikunjungi oleh sang anak di ruang kerjanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sang anak memperhatikan sang ayah bekerja; mengetik di komputer, menulis di buku dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tapi sang ayah tetap fokus dengan pekerjaannya atau mungkin tidak menyadari kehadiran sang anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Melihat kesibukan ayahnya, maka sang anak bertanya kepada sang ayah.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Anak: "Ayah, sedang ngapaian?"&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ayah: "Ayah sedang membuat dafar orang penting yang ingin ayah kunjungi hari ini"&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Anak: "Apakah nama saya ada dalam daftar ayah?"&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TendaSemangat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-8808825563912862953?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/8808825563912862953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/bussy-daddy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8808825563912862953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8808825563912862953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/bussy-daddy.html' title='Bussy daddy'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1100395311843033108</id><published>2009-10-07T11:42:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T11:46:02.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Cinta Membawa Kesuksesan dan Kekayaan</title><content type='html'>Suatu ketika,&lt;br /&gt;ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berjanggut itu lalu balik bertanya,“Apakah suamimu sudah pulang?”&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab,“Belum, dia sedang keluar.”&lt;br /&gt;“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya,&lt;br /&gt;“Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.&lt;br /&gt;“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan.&lt;br /&gt;“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya,&lt;br /&gt;"dan sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.&lt;br /&gt;”Sedangkan aku sendiri bernama Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”&lt;br /&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.Suaminya pun merasa heran.&lt;br /&gt;“Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.&lt;br /&gt;Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”&lt;br /&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.&lt;br /&gt;“Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam.Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.”&lt;br /&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.&lt;br /&gt;“Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa ganjil,wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.&lt;br /&gt;“Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.“Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Dialah yang menjadi inspirasi kami dalam kehidupan ini. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1100395311843033108?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1100395311843033108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/cinta-membawa-kesuksesan-dan-kekayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1100395311843033108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1100395311843033108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/cinta-membawa-kesuksesan-dan-kekayaan.html' title='Cinta Membawa Kesuksesan dan Kekayaan'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-823906515803509720</id><published>2009-10-07T11:35:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T11:36:52.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petuah'/><title type='text'>Ceramah Sang Dosen</title><content type='html'>Seorang dosen sedang memberikan ceramah kepada mahasiswanya tentang manajemen stres.&lt;br /&gt;Dia mengangkat segelas air dan bertanya pada para mahasiswa, “Seberapa beratkah segelas air ini menurut anda? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa menjawab berkisar antara 20gr ke 500gr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan masalah berapa berat sebenarnya. Ini tergantung berapa lama anda memegang gelas ini. Jika saya memegang selama satu menit,mungkin tidak masalah. Jika saya mengangkatnya terus selama satu jam, saya akan merasakan sakit di tangan saya. Jika saya terus mengangkatnya selama satu hari, anda harus memanggil ambulans.Bebannya tetap dengan berat yang sama, tetapi semakin lama saya mengangkatnya, maka itu akan terasa semakin berat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita membawa beban kita setiap saat, cepat atau lambat, kita tidak akan mampu membawanya lagi, dan beban kita akan menjadi semakin berat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang perlu anda lakukan adalah meletakkan gelas ini untuk sementara waktu, anda istrahatkan tangan anda dan setelah itu anda boleh mengangkatnya kembali. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-823906515803509720?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/823906515803509720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/ceramah-sang-dosen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/823906515803509720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/823906515803509720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/ceramah-sang-dosen.html' title='Ceramah Sang Dosen'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1624673163659634070</id><published>2009-10-07T11:29:00.003+07:00</published><updated>2009-10-07T11:33:22.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petuah'/><title type='text'>Isi dalam Ember</title><content type='html'>Seorang dosen berdiri di depan kelas dengan batu-batu dengan berbagai ukuran di atas mejanya. Saat memulai kuliahnya, sang dosen mengambil sebuah ember plastik kosong dengan diameter 20 cm dan tinggi 20 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengisi dengan batu yg hampir bulat dengan diameter 18 cm. Dan bertanya pada mahasiswanya, apakah ember ini sudah terisi penuh? Hampir serentak mahasiswanya menjawab bahwa ember sudah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang dosen mengambil batu-batu kerikil dan memasukkan ke dalam ember dan menggoyang-goyangkan ember tersebut, sehingga kerikil tadi mengisi sela-sela yg kosong dalam ember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswanya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah sekarang embernya sudah penuh?”, tanya sang dosen.&lt;br /&gt;Mahasiswanya setuju bahwa sekarang ember sudah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen mengambil pasir dan memasukkan ke dalam ember dan mengoyang-goyangkannya hingga pasir itu mengisi sela-sela yg kosong dalam ember.&lt;br /&gt;“Sekarang”, kata sang dosen,&lt;br /&gt;“Ini adalah gambaran kehidupan kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ember ini adalah bagaikan ruang dalam kehidupan, batu besar ini adalah hal-hal utama dalam kehidupan kita seperti keluarga, pasangan, kesehatan, atau apapun yang ketika kita kehilangan hal itu kita merasa ada yang hilang dari dalam diri kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kerikil-kerikil ini adalah hal-hal penting yang menunjang faktor utama dalam kehidupan. Misalnya, pekerjaan, rumah, mobil atau yang lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasir adalah hal-hal kecil dalam hidup dimana ketika kita tidak mendapatkannya, hidup kita tetap bisa berjalan normal. Misalnya, kesenangan dan lain-lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kita mengisi ember ini dengan kerikil dan pasir lebih dulu, maka tidak lagi tempat untuk batu yang besar. Sama dengan kehidupan ini, ketika kita mengisi hidup ini dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu maka tidak ada lagi ruang dalam kehidupan kita untuk hal-hal yang sangat penting.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, tentukan prioritas dalam hidup Anda. Buatlah hal-hal utama dalam hidup Anda sebagai prioritas yang pertama. Dan gunakan lebih banyak waktu dan tenaga Anda untuk mengejar prioritas pertama ini. Sisanya adalah untuk mengerjakan hal-hal kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1624673163659634070?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1624673163659634070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/isi-dalam-ember.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1624673163659634070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1624673163659634070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/isi-dalam-ember.html' title='Isi dalam Ember'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6923781255474130109</id><published>2009-10-07T11:27:00.001+07:00</published><updated>2009-10-07T11:29:48.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Pertanyaan Anak Unta</title><content type='html'>Percakapan seekor unta muda dengan induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, boleh aku bertanya sesuatu”, sang anak berkata.&lt;br /&gt;“Ya, anakku apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”, sang induk menjawab.&lt;br /&gt;“Mengapa kita punya punuk, sementara gajah, rusa tidak?”, sang anak memandang induknya.&lt;br /&gt;“Kita adalah binatang padang gurun, dan punuk ini digunakan untuk menyimpan air. Kita dikenal sebagai hewan yang dapat bertahan tanpa air”, induknya menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu mengapa kaki kita panjang dan bulat?”, anaknya bertanya lagi.&lt;br /&gt;“Anakku, sudah jelas itu kita gunakan untuk dapat berjalan di padang pasir lebih baik dan lebih cepat dari pada yang lainnya”, induknya berusaha sabar terhadap anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK. Terus mengapa kita punya alis mata yang panjang?”, tanya anaknya lagi.&lt;br /&gt;“Alis ini”, sambil menjilat alis mata anaknya, “kau gunakan untuk melindungi mata dari butiran pasir yang beterbangan di padang gurun”, sang induk mulai kewalahan dengan pertanyaan anaknya. Lalu menjelaskannya sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, punuk ini digunakan untuk menyimpan air ketika kita di padang pasir, kaki ini untuk berjalan di atas pasir, dan alis mata ini untuk melindungi mata kita dari butiran pasir….”&lt;br /&gt;“Satu pertanyaan lagi, ibu”, anaknya menyela kata-kata indukknya.&lt;br /&gt;“Ya, anakku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu mengapa kita berada di kebun binatang ini? Apa yang kita lakukan disini? Untuk apa semua yang kita miliki ini, kalau kita tidak berada di padang gurun?”, anaknya menunggu jawaban dari induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6923781255474130109?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6923781255474130109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/pertanyaan-anak-unta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6923781255474130109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6923781255474130109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/10/pertanyaan-anak-unta.html' title='Pertanyaan Anak Unta'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2754114163491251760</id><published>2009-09-24T12:25:00.000+07:00</published><updated>2009-09-24T12:26:08.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Real Story'/><title type='text'>Makna Pernikahan</title><content type='html'>Suatu ketika plato terlibat perbincangan dengan dengan gurunya.... Plato menanyakan makna Cinta dan gurunya pun menjawab : "Masuklah kedalam hutan, pilih dan ambilah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan kedepan dan jangan kembali kebelakang. Pada saat kau memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka masuklah plato kedalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato :"Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus, tetapi saya berpikir barangkali didepan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan kedepan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik.Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru itupun berkata; "Itulah cinta". Kita selalu ingin mencari yang terbaik, terindah dan sesuai dengan yang kita harapkan….namun tanpa sadar justru kita tidak mendapatkan apa2, sementara sang waktu akan terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu plato pun bertanya apakah makna pernikahan?&lt;br /&gt;Gurupun menjawab; " Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau haruslah membawa satu pohon yang kau pikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka masuklah plato kedalam hutan dan keluarlah plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah. Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato :"Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya.... tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan.... akhirnya saya tinggalkan.&lt;br /&gt;Kemudian saya menemui pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak mungkin menemui pohon seperti ini didepan sana. Akhirnya saya pilih pohon ini karena saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang guru berkata :"Itulah makna pernikahan". Begitu banyak pilihan didepan kita seperti pohon-pohon dan ranting-rantingnya didalam hutan. Tapi kita mesti menentukan satu pilihan karena kesempatan itu hanya satu kali. Kita harus terus maju seperti waktu yang beredar kedepan yang tidak pernah tersimpan pada hari semalam, kemarin atau bersemayam pada masa lalu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2754114163491251760?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2754114163491251760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/makna-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2754114163491251760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2754114163491251760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/makna-pernikahan.html' title='Makna Pernikahan'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-8698656428537111076</id><published>2009-09-24T12:23:00.000+07:00</published><updated>2009-09-24T12:24:13.707+07:00</updated><title type='text'>Pohon Apel</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”&lt;br /&gt;Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.&lt;br /&gt;“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”&lt;br /&gt;“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” Jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.&lt;br /&gt;“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”&lt;br /&gt;“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-8698656428537111076?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/8698656428537111076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/pohon-apel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8698656428537111076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8698656428537111076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/pohon-apel.html' title='Pohon Apel'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6955474099291232022</id><published>2009-09-24T12:22:00.000+07:00</published><updated>2009-09-24T12:23:24.523+07:00</updated><title type='text'>Sekotak Ciuman</title><content type='html'>Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6955474099291232022?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6955474099291232022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/sekotak-ciuman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6955474099291232022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6955474099291232022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/sekotak-ciuman.html' title='Sekotak Ciuman'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-453063823033743116</id><published>2009-09-24T12:20:00.001+07:00</published><updated>2009-09-24T12:20:44.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Kelinci</title><content type='html'>Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."&lt;br /&gt;Sang Rubah jantan merasa tertantang, "Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"&lt;br /&gt;Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat. Sang Kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang." Sang serigala merasa tertantang, " Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat. Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir. Tiba tiba datang se-ekor beruang besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata :" Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. "Sang Beruang merasa tertantang, " Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat. Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!" Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata " Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-453063823033743116?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/453063823033743116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/kelinci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/453063823033743116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/453063823033743116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/kelinci.html' title='Kelinci'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1419423914211318785</id><published>2009-09-24T12:19:00.001+07:00</published><updated>2009-09-24T12:19:27.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Kisah penjual keledai</title><content type='html'>Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang tua bersama putranya di sebuah desa. Desa itu sudah lama kekeringan dan menjadi tandus, sehingga banyak daaari penduduk desa yang pindah. Kehidupan mereka sangat miskin, hanya sebuah gubuk reot dan seekor keledai harta yang mereka miliki. Setiap hari mereka hanya mengandalkan keledai yang mereka miliki untuk bekerja. Sehingga suatu hari, diputuskanlah mereka akan pergi ke pekan raya di kota untuk menjual keledainya. Seorang perempuan melihat mereka dan tertawa, "Kalian berjalan membawa keledai. mengapa kalian tak menungganginya? Kelian berdua benar-benar bodoh!" "Perempuan itu benar," kata orang tua itu kepada putranya, "Kita berdua sungguh bodoh." Maka orang tua itu naik ke punggung keledai, dan anaknya berjalan mengikuti di belakangnya. Tak berapa jauh beranjak, mereka berjumpa seorang perempuan tua. Begitu ia melihat orangtua itu menunggang keledai ia berseru kepadanya, "Hey, ini tidak benar. Kamu menunggang keledai dan membiarkan bocah kecil itu berjalan kaki di belakangmu." "Benar juga. ada benarnya perkataan perempuan tua itu." Tukas si Tua dan iapun segera melompat turun dari punggung si keledai lalu membiarkan putranya naik. "Nak kamu saja yang naik keledainya, biar ayah yang jalan kaki sambil menuntun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga mereka melihat seorang lelaki sedang bekerja di ladang yang berteriak: "oi oi, kau, anak muda berpikiran pendek anak semuka engkau menunggang keledai dengan enaknya dan membiarkan orang tua ini berjalan kaki.""Ah, Tepat juga perkataannya," ujar si kecil yang merasa malu kepada dirinya sendiri, "Aku betul-betul pendek pikir." Segeralah ia melompat turun dari punggung keledai. Si orangtua dan anaknya itu segera berdiskusi tentang bagaimana caranya membawa keledai mereka ke pekan raya di kota tanpa ada lagi orang yang mengkritik mereka. "Aku punya ide," kata si Kecil,"kita berdua menunggang keledai itu, dengan demikian tak ada orang yang dapat berkata apapun." "Ide yang bagus," ucap ayahnya setuju, "Sungguh ide yang bagus."Segera mereka berdua menunggangi keledai itu."Apa! Kalian gila?" dua orang pejalan kaki berseru marah, "Lihat itu, dengan dua orang berada di atas punggungnya, tak lama lagi keledai itu akan mati kecapaian."”Masa keledai sekecil itu ditumpangi berdua. Orang macam apa mereka??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si Tua dan anaknya mendengar seruan itu mereka merasa bersalah. Langsung saja mereka melompat dari atas keledai dan berkata,"Benar juga, kita berdua memang gila." Kali ini mereka benar-benar kehilangan akal dan tak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba Matahari Kecil berkata, "Aku punya ide! Bagaimana kalau kita yang memanggul keledai itu." matahari Tua tersenyum mendengar nya dan berkata:"Ide yang bagus, Ide yang bagus."si Tua dan si Kecil segera memanggul keledai mereka dengan sebilah bambu dan membawanya ke pekan raya. Dalam perjalanan menuju pekan raya tubuh mereka berdua basah kuyup oleh keringat. Ketika sekelompok anak-anak melihat bagaimana kedua ayah anak membawa keledai itu, mereka semua tertawa terbahak-bahak. "Ha, Ha...., cepat sini lihat ini, dua orang ini tidak menunggangi keledainya, tapi justru keledainya yang menunggangi mereka. Itu benar-benar luar biasa.Ha, ha, ha...&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1419423914211318785?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1419423914211318785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/kisah-penjual-keledai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1419423914211318785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1419423914211318785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/kisah-penjual-keledai.html' title='Kisah penjual keledai'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2433301736130398674</id><published>2009-09-24T12:16:00.000+07:00</published><updated>2009-09-24T12:17:22.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Belajar dari anjing kecil</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Terkisahlah dua ekor anjing scottie muda yang bersahabat, Buster dan Didi. Kemana pun mereka pergi selalu bersama dan ada saja petualangan yang mereka lalui setiap harinya. Namun meskipun begitu, kedua sahabat itu sangatlah bertolak belakang kepribadiannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Buster adalah sosok anjing yang penuh dengan semangat dan selalu berani menghadapi rintangan apapun, sementara sahabatnya Didi sedikit lebih pendiam dan selalu ragu dalam bertindak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Suatu hari di Kota Binatang diadakanlah perlombaan adu bakat untuk para anjing-anjing. Dan pemenangnya selain akan dikukuhkan sebagai anjing terbaik di kota akan pula dihadiahkan stok tulang selama setahun. Seluruh anjing penghuni kota menjadi tergiur untuk ikut ambil serta dalam perlombaan tersebut, tak terkecuali Buster muda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Buster pun mengajak sahabatnya, Didi, untuk ikut perlombaan. Namun belum saja mereka mendaftar, Didi telah merasa gentar terlebih dahulu setelah mengetahui ternyata anjing-anjing yang akan menjadi lawan mereka bukanlah sekedar anjing geladak biasa, melainkan anjing-anjing juara yang lebih memiliki banyak pengalaman, bahkan konon berita yang mereka dapatkan beberapa anjing ras collie dan rottweiller juga akan ikut ambil bagian. Tak urung nyali Didi semakin ciut, dalam pikirannya bagaimana mungkin anjing kecil seperti dirinya bisa menang melawan para raksasa-raksasa anjing tersebut, bisa-bisa nanti justru dirinya jadi bulan-bulanan anjing-anjing tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sementara sahabatnya, Buster, yang tak pernah mengenal kata menyerah tentunya tetap mendaftarkan diri dalam perlombaan tersebut. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Buster masih mencoba untuk membujuk Didi, diberitahunya pada Didi bahwa tak ada salahnya mereka mencoba, urusan menang atau kalah itu hal belakangan. Tapi Didi tetap kukuh pada pendiriannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tak terasa waktu perlombaan itu pun akhirnya tiba. Rupanya banyak juga peserta yang turut berlomba.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Perlombaan dibagi dalam tiga babak. Babak ‘Uji Nyali’, babak ‘Ketangkasan’, dan babak ‘Kecepatan’.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Babak pertama pun dimulai, para peserta diharuskan untuk mengambil masing-masing 3 buah tulang emas yang dipersiapkan panitia dan ditaruh di tempat-tempat yang cukup berbahaya. Satu tulang ditaruh di bebatuan yang berada di tengah-tengah sungai di dekat air terjun, tentu hal yang sangat sulit dilakukan mengingat arus sungai yang sangat deras. Tulang yang kedua diletakkan di puncak sebuah bukit namun untuk mendapatkannya para peserta mesti melewati jalanan di lereng yang terjal, sedikit saja mereka salah melangkah maka jurang telah menanti mereka jauh di bawah. Sementara tulang yang terakhir berada di dalam sebuah gua yang katanya ada begitu banyak ular berbisa yang menempati tempat tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Beberapa anjing-anjing collie dan rottweiller dengan cukup mudah melewati rintangan-rintangan itu. Walau begitu beberapa ada yang gagal dan terhanyut di sungai atau menderita luka-luka karena terjatuh di jurang sementara ada pula yang karena tak berani menghadapi ular berbisa akhirnya menolak memasuki gua yang gelap itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sementara Buster sendiri pun cukup kepayahan melewati babak pertama ini. Ia sempat terseret arus walau akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan buru-buru melompat ke atas sebuah batu. Namun sayangnya Buster hanya berhasil membawa dua buah tulang emas. Sementara tulang yang ketiga tak berhasil di dapatnya karena ketika hendak mengambil tulang tersebut tiba-tiba seekor ular jenis python membelit tubuhnya, dia hampir saja menjadi santapan ular tersebut kalau saja dia dengan cukup cerdik berhasil meloloskan diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Namun meskipun begitu, Buster tetap lolos untuk maju dalam babak selanjutnya. Pada babak kedua, babak ‘Ketangkasan’, Buster yang memang cukup cerdas berhasil memperoleh skor tertinggi dan melangkah dengan mudah menuju babak terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sahabatnya Didi terus setia menyaksikan perlombaan dan mendukung Buster. Walau Ia merasa ngeri saat menyaksikan perlombaan pada babak pertama, namun terbersit sedikit rasa sesal di hatinya karena tak ikut mendaftarkan diri. Ditatapnya Buster yang tersenyum karena berhasil mengalahkan para anjing-anjing raksasa tersebut di babak kedua. &lt;i style=""&gt;‘Bisa saja akulah yang berdiri disana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan senyum menghiasi wajah’&lt;/i&gt; lirihnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Setelah peserta yang tersisa diberi waktu 30 menit untuk istirahat, akhirnya tibalah babak terakhir, babak penentuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Seluruh peserta yang kini hanya tersisa lima ekor terdiri dari Buster, Sebas (seekor anjing Collie), Ruffy dan Rockie yang merupakan anjing ras Rottweiller dan satu lagi Spotty (anjing jenis Dalmatian), akan melakukan perlombaan lari melintasi lapangan rumput disisi luar kota dan kemudian mereka akan melewati sebuah bukit kecil lalu kembali melintasi sungai menuju hutan untuk kembali ke kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dan siapapun yang tiba terlebih dahulu dialah yang akan keluar menjadi pemenang dan berhak untuk mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan. Peluit dibunyikan dan peserta mulai berlari sekencang yang mereka bisa. Dengan mudah Rockie, anjing yang memang sudah terkenal dengan segala kelebihannya, berhasil mengungguli peserta lainnya. Perlombaan berlangsung cukup seru, keempat anjing raksasa Sebas, Ruffy, Rockie dan Spottie saling bersaing merebut posisi pertama. Sementara Buster sendiri, cukup kesulitan mengejar empat anjing lainnya. Ia sudah mengerahkan segala tenaganya untuk mengejar, namun sepertinya mereka semua memang bukan tandingan Buster.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dan akhirnya seperti yang telah diperkirakan para penduduk Kota Binatang, Rockie-lah yang akhirnya berhasil memenangkan pertandingan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Buster yang finish di urutan terakhir, sesaat merasa begitu kecewa saat melihat Rockie yang naik ke atas podium.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“Aksi yang kamu tunjukkan dalam perlombaan ini sangatlah menarik anjing muda, aku sangat menikmatinya.” ujar seekor anjing tua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dan Buster pun tersenyum bangga melupakan rasa kecewa terhadap kekalahannya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2433301736130398674?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2433301736130398674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/belajar-dari-anjing-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2433301736130398674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2433301736130398674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/09/belajar-dari-anjing-kecil.html' title='Belajar dari anjing kecil'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-8306979120957855380</id><published>2009-07-30T15:13:00.003+07:00</published><updated>2009-07-30T15:15:28.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petuah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>8 angin kehidupan</title><content type='html'>Di sebuah desa ada seorang pemuda  yang sangat sukses sebagai pengusaha,bernama Cen. Cen memiliki sifat arogan, sombong, angkuh karena kesuksesanya. Suatu hari karena krisis global semua usaha Cen bangkrut. Cen menjadi depresi, mengurung diri di rumah, mengucilkan diri.Para tetangganya tidak pernah melihat Cen lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cen Mendapat surat dari seseorang  yang di kenalnya di pantai, waktu liburan. Surat itu berisi ucapaan dukungan untuk bangkit kembali, memulai lagi memmbangun usaha dan di akhir surat itu terdpat kata-kata yang membuat Cen terpaku, kata itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 angin kehidupan yang akan bertuiap kearah Anda&lt;br /&gt;Pujian dan Makian&lt;br /&gt;Kemasyhuran dan  Fitnah&lt;br /&gt;Keuntunghan dan Kerugian&lt;br /&gt;Kegembiraan dan Kedukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda sukses akan ada suatu sisi 4 jenis angin bertiup ke arah anda yaitu :&lt;br /&gt;Pujian&lt;br /&gt;Kemasyhuran&lt;br /&gt;Keuntunghan&lt;br /&gt;Kegembiraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sebaliknya ketika anda gagal 4 arah angin lagi bertiup  ke arah anda :&lt;br /&gt;Makian&lt;br /&gt;Fitnah&lt;br /&gt;Kerugian&lt;br /&gt;Kedukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang poerlu kita coba adalah jangan mudah terpengaruh oleh 8 jenis angin baik saat sukses maupun gagal.8 angin ini dapat menyebabkan orang sukses menjadi angkuh dan orang yang gagal mengucilkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cen menjadi sadar setelah membaca surat itu.&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian Cen bangkit kembali ,memiliki bermacam Bisnis ,tapi sekarang Cen tidak lagi angkuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-8306979120957855380?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/8306979120957855380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/8-angin-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8306979120957855380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8306979120957855380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/8-angin-kehidupan.html' title='8 angin kehidupan'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1773193031525553471</id><published>2009-07-30T15:09:00.002+07:00</published><updated>2009-07-30T15:11:55.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Laron Maharaja</title><content type='html'>Laron maharaja adalah laron paling hebat dari segala jenis laron, ketika terbang sayapnya yang hebat mengepak lebar, penuh wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa terbang laron maharaja melalui proses, pertama lahir sebagai ulat dan menjadi kepompong yang tinggal dalam selaput yang memliki lubang sangat sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses keluar dari selaput, kepompong laron ini meronta-ronta kesakitan, kebetulan ada orang yang melihatnya, karena kasihan ia membantu laron keluar dari kepompong dengan menyobek lubang selaput yang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepompong keluar dengan mudah tanpa banyak meronta, tapi laron tersebut tidak berdaya untuk terbang, sebailknya ia jatuh, dan hanya bisa merayap-rayap di tanah saja, setelah beberapa lama ia mati di atas tanah dan tidak dapat hidup berterbangan di udara dengan sayapnya yang hebat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang yang menolong kepompong itu membawanya ke ahli serangga," Saya melihat kepompong ini meronta kesakitan, saat berusaha keluar dari selaput yang sempit, karena kasihan saya membantunya keluar,tapi laron ini malah tidak bisa tebang dan mati, kenapa bisa begitu?" tanya orang ini kepada ahli serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk membuat laron ini bisa terbang ia harus menjalani proses meronta dan kelaur dari kepompongnya, dengan memlalaui  proses "meronta dan lolos" inilah  benda cair di pompa masuk ke urat-urat sayap yang memungkinkannya menjadi bisa terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti manusia bila ia ingin kesuksesan ia harus melewati proses kegagalan yang menyakitkan,tidak ada jalan lain" kata sang ahli serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TendaSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1773193031525553471?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1773193031525553471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/laron-maharaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1773193031525553471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1773193031525553471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/laron-maharaja.html' title='Laron Maharaja'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6009204937472451128</id><published>2009-07-24T14:26:00.000+07:00</published><updated>2009-07-24T14:28:32.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Real Story'/><title type='text'>Sepotong Roti</title><content type='html'>ada seorang ahli ibadah masuk surga karena sepotong roti. Ahli ibadah ini telah menghabiskan hidupnya untuk ibadah selama 60 tahun, kemudian pada suatu hari ia keluar dari tempat ibadahnya dan ia bertemu dengan seorang wanita. Ia pun jatuh cinta kepada wanita tersebut dan, akhirnya, ia berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan perbuatan tersebut, ia menyesal hingga ia pingsan. Tiba-tiba datang seorang pengemis, maka ia pun memberikan kepada pengemis sepotong roti miliknya. Kemudian ia meninggal dunia, maka ditimbanglah ibadah yang telah dilakukannya selama 60 tahun dengan perbuatan dosa itu, ternyata perbuatan dosa itu lebih berat daripada Ibadahnya selama 60 tahun. Dan pahala sepotong roti itu menjadi lebih berat daripada perbuatan dosanya, maka dosa-dosanya pun diampuni dan ahli ibadah itu masuk surga karena sepotong roti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6009204937472451128?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6009204937472451128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/sepotong-roti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6009204937472451128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6009204937472451128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/sepotong-roti.html' title='Sepotong Roti'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1850850981979811947</id><published>2009-07-24T14:20:00.000+07:00</published><updated>2009-07-24T14:23:27.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Real Story'/><title type='text'>Kisah Pita Kuning</title><content type='html'>Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York . Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhirisuratnya dengan menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata menetas di matanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. Tidak ada sehelai pita kuning. Tidak ada sehelai. Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning bergantungan di pohon beringin itu.Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1850850981979811947?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1850850981979811947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/kisah-pita-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1850850981979811947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1850850981979811947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/kisah-pita-kuning.html' title='Kisah Pita Kuning'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2210848813073275795</id><published>2009-07-23T07:27:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T07:27:27.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Serigala dan Harimau</title><content type='html'>&lt;p&gt;Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk. &lt;span id="more-142"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walaupun sedikit, sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. Sang harimau paham, bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lainnya. Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rupanya, peristiwa itu telah sampai pula ke telinga seorang pertapa. Sang pertapa, tergerak hatinya untuk datang, bersama beberapa orang muridnya. Ia ingin memberikan pelajaran tentang berbagi dan persahabatan, kepada anak didiknya. Ia juga ingin menguji keberanian mereka, sebelum mereka dapat lulus dari semua pelajaran yang diberikan olehnya. Pada awalnya banyak yang takut, namun setelah di tantang, mereka semua mau untuk ikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di pagi hari, berangkatlah mereka semua. Semuanya tampak beriringan, dipandu sang pertapa yang berjalan di depan rombongan. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan sebongkah daging kepada serigala. Melihat kejadian itu, sang pertapa bertanya bertanya kepada murid-muridnya, “Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana..?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang murid tampak angkat bicara, “Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya. Karena itu, lebih baik aku berdiam saja, karena toh Tuhan akan selalu memberikan rezekinya kepada ku lewat berbagai cara.” Sang pertapa tampak tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, “Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan.” Selesai bicara, murid itu kini memandang sang guru. Ia menanti jawaban darinya. “Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2210848813073275795?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2210848813073275795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/serigala-dan-harimau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2210848813073275795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2210848813073275795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/serigala-dan-harimau.html' title='Serigala dan Harimau'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6772250323763099986</id><published>2009-07-23T07:25:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T07:26:14.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Sally</title><content type='html'>Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bias menyelamatkan jiwa Georgi… tapi mereka tidak punya biaya untuk itu. Sally mendengar ayahnya berbisik, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.”&lt;br /&gt;Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat…tiga kali. Nilainya harus benar- benar tepat.&lt;span id="more-10"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian… tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil!&lt;br /&gt;“Apa yang kamu perlukan?” tanya apoteker tersebut dengan suara marah. “Saya sedang berbicara dengan saudara saya.”&lt;br /&gt;“Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,” Sally menjawab dengan nada yang sama. “Dia sakit…dan saya ingin membeli keajaiban.”&lt;br /&gt;“Apa yang kamu katakan?,” tanya sang apoteker.&lt;br /&gt;“Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bias menyelamatkan jiwanya sekarang… jadi berapa harga keajaiban itu ?”&lt;br /&gt;“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.”&lt;br /&gt;“Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?”&lt;br /&gt;“Saya tidak tahu,” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya. “Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya… tapi saya juga mempunyai uang.”&lt;br /&gt;“Berapa uang yang kamu punya ?” tanya pria itu lagi.&lt;br /&gt;“Satu dollar dan sebelas sen,” jawab Sally dengan bangga. “dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Wah, kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum. “Satu dollar dan sebelas sen… harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu”. Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata : “Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal…. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut. “Operasi itu,” bisik ibunya, “adalah seperti keajaiban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya”. Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut…satu dollar dan sebelas sen… ditambah dengan keyakinan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6772250323763099986?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6772250323763099986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/sally.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6772250323763099986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6772250323763099986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/sally.html' title='Sally'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5438233193436412827</id><published>2009-07-23T07:21:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T11:41:27.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Siapa Musuh Utama Pohon?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika manusia mulai pandai melebur biji besi menjadi batang besi, lalu&lt;br /&gt;menempa dan membentuk lempengan, kemudian mengasahnya menjadi sebilah mata&lt;br /&gt;kapak yang tajam; ketika itulah pohon-pohon di dunia mulai khawatir akan&lt;br /&gt;nasib mereka. Pohon-pohon melihat semakin hari semakin banyak kerusakan&lt;br /&gt;yang diperbuat oleh manusia dengan kapak-kapaknya. Berbondong-bondong&lt;br /&gt;manusia memanggul kapak memasuki hutan dan menebangi pohon-pohon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa jadinya bila dunia tanpa hutan yang lebat? Apa jadinya bila dunia tanpa&lt;br /&gt;pohon. Namun pohon tak bisa berbuat banyak. Pohon hanya bisa menitikkan air&lt;br /&gt;mata dan geram saat memandang satu-per-satu pohon lain bertumbangan akibat&lt;br /&gt;dikapaki oleh manusia-manusia. Kerusakan pohon sudah sedemikian dashyatnya.&lt;br /&gt;Kini hanya tertinggal sebatang pohon di hutan itu yang merintih, “Oh,&lt;br /&gt;mengapa manusia menciptakan kapak yang digunakan untuk menebangi&lt;br /&gt;pohon-pohon? Sungguh kejam kapak itu.”&lt;br /&gt;&lt;span id="more-335"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rintihan itu terdengar oleh seorang penebang yang menjawabnya sambil&lt;br /&gt;tertawa-tawa, “Ha..ha..ha.. wahai pohon lihatlah, sebilah mata kapak ini&lt;br /&gt;takkan bisa melukaimu begitu parah bila tak dilengkapi dengan pegangan yang&lt;br /&gt;terbuat dari kayu yang kuat. Sadarkah kau bahwa kayu itu berasal dari pohon&lt;br /&gt;- yaitu dirimu sendiri!”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5438233193436412827?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5438233193436412827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/siapa-musuh-utama-pohon_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5438233193436412827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5438233193436412827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/siapa-musuh-utama-pohon_23.html' title='Siapa Musuh Utama Pohon?'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5131872916138170641</id><published>2009-07-23T07:21:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T07:22:01.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabel'/><title type='text'>Siapa Musuh Utama Pohon?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika manusia mulai pandai melebur biji besi menjadi batang besi, lalu&lt;br /&gt;menempa dan membentuk lempengan, kemudian mengasahnya menjadi sebilah mata&lt;br /&gt;kapak yang tajam; ketika itulah pohon-pohon di dunia mulai khawatir akan&lt;br /&gt;nasib mereka. Pohon-pohon melihat semakin hari semakin banyak kerusakan&lt;br /&gt;yang diperbuat oleh manusia dengan kapak-kapaknya. Berbondong-bondong&lt;br /&gt;manusia memanggul kapak memasuki hutan dan menebangi pohon-pohon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa jadinya bila dunia tanpa hutan yang lebat? Apa jadinya bila dunia tanpa&lt;br /&gt;pohon. Namun pohon tak bisa berbuat banyak. Pohon hanya bisa menitikkan air&lt;br /&gt;mata dan geram saat memandang satu-per-satu pohon lain bertumbangan akibat&lt;br /&gt;dikapaki oleh manusia-manusia. Kerusakan pohon sudah sedemikian dashyatnya.&lt;br /&gt;Kini hanya tertinggal sebatang pohon di hutan itu yang merintih, “Oh,&lt;br /&gt;mengapa manusia menciptakan kapak yang digunakan untuk menebangi&lt;br /&gt;pohon-pohon? Sungguh kejam kapak itu.”&lt;br /&gt;&lt;span id="more-335"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rintihan itu terdengar oleh seorang penebang yang menjawabnya sambil&lt;br /&gt;tertawa-tawa, “Ha..ha..ha.. wahai pohon lihatlah, sebilah mata kapak ini&lt;br /&gt;takkan bisa melukaimu begitu parah bila tak dilengkapi dengan pegangan yang&lt;br /&gt;terbuat dari kayu yang kuat. Sadarkah kau bahwa kayu itu berasal dari pohon&lt;br /&gt;- yaitu dirimu sendiri!”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5131872916138170641?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5131872916138170641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/siapa-musuh-utama-pohon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5131872916138170641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5131872916138170641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/siapa-musuh-utama-pohon.html' title='Siapa Musuh Utama Pohon?'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-265206974386872965</id><published>2009-07-23T07:20:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T07:20:57.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Buah Ke-negatif-an</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah&lt;br /&gt;perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut&lt;br /&gt;pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan&lt;br /&gt;penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.&lt;br /&gt;Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian&lt;br /&gt;bersama istri dan keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.&lt;br /&gt;Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah&lt;br /&gt;untuk dirinya.&lt;span id="more-331"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak&lt;br /&gt;sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma&lt;br /&gt;menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.&lt;br /&gt;Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri&lt;br /&gt;kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia&lt;br /&gt;menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ”&lt;br /&gt;katanya, “hadiah dari kami.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya&lt;br /&gt;saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya&lt;br /&gt;sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.&lt;br /&gt;Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-265206974386872965?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/265206974386872965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/buah-ke-negatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/265206974386872965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/265206974386872965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/buah-ke-negatif.html' title='Buah Ke-negatif-an'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-542422137528205220</id><published>2009-07-23T07:19:00.000+07:00</published><updated>2009-07-23T07:20:15.511+07:00</updated><title type='text'>Kakek Tukang Kayu Di Rumahnya</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. &lt;p&gt;Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-386"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.&lt;br /&gt;~Author Unknown&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-542422137528205220?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/542422137528205220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/kakek-tukang-kayu-di-rumahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/542422137528205220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/542422137528205220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/kakek-tukang-kayu-di-rumahnya.html' title='Kakek Tukang Kayu Di Rumahnya'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-7281485043981525821</id><published>2009-07-23T07:18:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T07:18:40.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkisah'/><title type='text'>Pakaian Kebahagiaan</title><content type='html'>Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya. &lt;p&gt;Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-459"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.&lt;br /&gt;Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab, teman, kebahagiaan itu memang adanya di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;Adakah “pakaian-pakaian kebahagiaan” itu telah Anda sandang dalam hati? Temukan itu dalam diri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-7281485043981525821?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/7281485043981525821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/pakaian-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7281485043981525821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7281485043981525821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/pakaian-kebahagiaan.html' title='Pakaian Kebahagiaan'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2637188826351514593</id><published>2009-07-23T07:14:00.000+07:00</published><updated>2009-07-23T07:15:00.077+07:00</updated><title type='text'>Cinta Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya&lt;br /&gt;Suaminya sudah lama meninggal karena sakit&lt;br /&gt;Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.&lt;br /&gt;Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap&lt;br /&gt;Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung&lt;br /&gt;pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari&lt;br /&gt;di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan&lt;br /&gt;Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada&lt;br /&gt;Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah anda apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-89"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah&lt;br /&gt;dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,&lt;br /&gt;dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata&lt;br /&gt;Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan&lt;br /&gt;Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu&lt;br /&gt;karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;There is a story living in us that speaks of our place in the world&lt;/p&gt; &lt;p&gt;It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2637188826351514593?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2637188826351514593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cinta-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2637188826351514593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2637188826351514593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cinta-seorang-ibu.html' title='Cinta Seorang Ibu'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-7846616268264788701</id><published>2009-07-22T14:17:00.000+07:00</published><updated>2009-07-22T14:23:41.164+07:00</updated><title type='text'>Kata orang Singapore tentang Indonesia</title><content type='html'>Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Your country is so rich!" Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..&lt;br /&gt;"Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia"&lt;br /&gt;"Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world"&lt;br /&gt;"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"&lt;br /&gt;"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat."&lt;br /&gt;"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing."&lt;br /&gt;"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"&lt;br /&gt;"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"&lt;br /&gt;"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."&lt;br /&gt;"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesiawill rules the world.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-7846616268264788701?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/7846616268264788701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/kata-orang-singapore-tentang-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7846616268264788701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7846616268264788701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/kata-orang-singapore-tentang-indonesia.html' title='Kata orang Singapore tentang Indonesia'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3892755232475529915</id><published>2009-07-22T14:05:00.003+07:00</published><updated>2009-10-07T11:42:23.644+07:00</updated><title type='text'>Cukup itu Berapa?</title><content type='html'>Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisamengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkankata "cukup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depanhidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M a s i h k u r a n g!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3892755232475529915?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3892755232475529915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cukup-itu-berapa_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3892755232475529915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3892755232475529915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cukup-itu-berapa_22.html' title='Cukup itu Berapa?'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5333056340729134666</id><published>2009-07-22T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-07-22T14:07:37.399+07:00</updated><title type='text'>Cukup itu Berapa?</title><content type='html'>Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisamengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkankata "cukup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depanhidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkurang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5333056340729134666?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5333056340729134666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cukup-itu-berapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5333056340729134666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5333056340729134666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cukup-itu-berapa.html' title='Cukup itu Berapa?'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2501911521376000237</id><published>2009-07-17T16:54:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T16:55:46.564+07:00</updated><title type='text'>Balon terbang bukan karena warnanya</title><content type='html'>Siang itu dedepan sebuah taman ramai sekali anak-anak bermain dan sebagian besar anak membeli balon gas atau balon terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang membeli warna merah, warna kuning, warna hijau.Si Abang pedagang balon ini sepertinya lagi kebanjiran rezeki dan ketika balonnya sudah hampir habis dan yang tersisa hanya warna hitam, seorang anak berniat membeli balon, namun si anak itu sedikit ragu-ragu dan si anak tersebut bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang, ..apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga..?"&lt;br /&gt;dan Si Abang dengan santun menjawab.”..Ya pasti bisa dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang, tapi sesuatu 'isi didalamnya'.. yang membuat balon itu bisa terbang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...sama halnya seperti kita, siapapun pasti bisa terbang, “terbang” untuk mencapai impian yg diinginkannya, karena bukan “warna” atau tampilan luar yang membuat kita bisa "terbang", tetapi “isi” didalam diri kita yang membuat kita bisa terbang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2501911521376000237?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2501911521376000237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/balon-terbang-bukan-karena-warnanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2501911521376000237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2501911521376000237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/balon-terbang-bukan-karena-warnanya.html' title='Balon terbang bukan karena warnanya'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3604690783839412374</id><published>2009-07-17T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T15:41:19.321+07:00</updated><title type='text'>Secangkir Kopi</title><content type='html'>Sekelompok alumni University California of Bekeley yang telah mapan dalamkarir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentangstess di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis. Dari porselin, plastik,gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapalainnya sangat indah.Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendirikopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professoritumengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indahdan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yangmurahsaja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan,uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alatuntuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untukmenikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya,bukan cangkirnya. Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, andamenjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah dirianda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalamkehidupan selain dari pekerjaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So enjoy your day and work and keep make relationship with others :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3604690783839412374?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3604690783839412374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/secangkir-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3604690783839412374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3604690783839412374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/secangkir-kopi.html' title='Secangkir Kopi'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1368628030122917199</id><published>2009-07-17T13:23:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T13:45:23.966+07:00</updated><title type='text'>Perangkap Tikus</title><content type='html'>Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus" Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUATU HARI KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1368628030122917199?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1368628030122917199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/perangkap-tikus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1368628030122917199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1368628030122917199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/perangkap-tikus.html' title='Perangkap Tikus'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2867872788117424183</id><published>2009-07-16T11:51:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T11:55:27.550+07:00</updated><title type='text'>Gelas dan Danau</title><content type='html'>Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnyabelakangan ini selalu tampak murung.&lt;br /&gt;“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuktersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh.&lt;br /&gt;“Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaangurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimanayang diminta.&lt;br /&gt;“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kataSang Guru.&lt;br /&gt;“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&lt;br /&gt;“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masihmeringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringiskeasinan.&lt;br /&gt;“Sekarang kau ikut aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekattempat mereka.&lt;br /&gt;“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludahdi hadapan mursyid, begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambilmencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggirdanau.&lt;br /&gt;Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau,&lt;br /&gt;dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air danau yang dingindan segar mengalir di tenggorokannya,&lt;br /&gt;Sang Guru bertanyakepadanya, “Bagaimana rasanya?”&lt;br /&gt;“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya denganpunggung tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumberair di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yangtersisa di mulutnya.&lt;br /&gt;“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”&lt;br /&gt;“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air danmeminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalahdalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang haruskau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuaiuntuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurangdan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pundemikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yangbebas dari penderitaan dan masalah.”&lt;br /&gt;Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangattergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supayatidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itujadi sebesar danau.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2867872788117424183?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2867872788117424183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/gelas-dan-danau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2867872788117424183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2867872788117424183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/gelas-dan-danau.html' title='Gelas dan Danau'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-7379603975887392567</id><published>2009-07-16T11:39:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T11:47:40.180+07:00</updated><title type='text'>Contoh Baik yang Diberikan Oleh Jerry</title><content type='html'>Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yangbaik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanyakepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga merekadapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasanmengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karenasikapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hariyang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimanamelihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari akutemui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorangmenjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry menjawab,&lt;br /&gt;“Tiap pagi aku bangun danberkata pada diriku,&lt;br /&gt;aku punya dua pilihan hari ini.&lt;br /&gt;Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik&lt;br /&gt;atau memilih dalam suasana yang jelek.&lt;br /&gt;Aku selalu memilih dalam suasana yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali sesuatu terjadi,&lt;br /&gt;aku dapat memilihuntuk menjadi korban&lt;br /&gt;atau aku belajar dari kejadian itu.&lt;br /&gt;Aku selalu memilihbelajar dari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ada seseorang menyampaikan keluhan,&lt;br /&gt;aku dapatmemilih untuk menerima keluhan mereka&lt;br /&gt;atau aku dapat mengambil sisi positifnya..&lt;br /&gt;Aku selalu memilih sisi positifnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku.&lt;br /&gt;“Ya, memang begitu,” kata Jerry,&lt;br /&gt;“Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah,&lt;br /&gt;setiap keadaan adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.&lt;br /&gt;Kamu memilih bagaimana orang-orang di sekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu.&lt;br /&gt;Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk.&lt;br /&gt;Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencobamembuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukandan segera dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada didalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.&lt;br /&gt;Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab,&lt;br /&gt;“Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?”Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry.&lt;br /&gt;“Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilihu ntuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, ”Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Disana ada suster gemuk yang bertanyapadaku,” kata Jerry.&lt;br /&gt;“Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”&lt;br /&gt;Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang laina dalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-7379603975887392567?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/7379603975887392567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/contoh-baik-yang-diberikan-oleh-jerry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7379603975887392567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7379603975887392567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/contoh-baik-yang-diberikan-oleh-jerry.html' title='Contoh Baik yang Diberikan Oleh Jerry'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2169627931890484428</id><published>2009-07-10T13:05:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T13:11:12.921+07:00</updated><title type='text'>Cinta Sejati Seorang Ibu</title><content type='html'>Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter,&lt;br /&gt;"Bisa saya melihat bayi saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yangmembungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadiseorang anak itu bekerja dengan sempurna.Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnyadi pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata,&lt;br /&gt;" Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya.Katanya, saya ini makhluk aneh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;Ia cukup tampan dengan cacatnya.&lt;br /&gt;Ia pun disukai teman-teman sekolahnya.&lt;br /&gt;Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.&lt;br /&gt;Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya mengingatkan,&lt;br /&gt;" Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisamencangkokkan telinga untuknya. Dokter itu berkata,&lt;br /&gt;"Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankantelinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah berkata,&lt;br /&gt;" Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkantelinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.   Namun, semua ini sangatlah rahasia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menemui ayahnya,&lt;br /&gt;" Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semuapada saya. Orang itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belummembalas kebaikannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menjawab,&lt;br /&gt;" Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telahmemberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, " Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semuarahasia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun.Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah berbisik," Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan rambutnya. Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalambatin. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2169627931890484428?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2169627931890484428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cinta-sejati-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2169627931890484428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2169627931890484428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cinta-sejati-seorang-ibu.html' title='Cinta Sejati Seorang Ibu'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3779733264626870704</id><published>2009-07-10T12:55:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T12:58:26.202+07:00</updated><title type='text'>Mau Mandi Sama Bunda</title><content type='html'>Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis. Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.&lt;br /&gt;Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.&lt;br /&gt;”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.&lt;br /&gt;Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.– Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.&lt;br /&gt;– Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.&lt;br /&gt;– Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Pelajaran yang sangat menyedihkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3779733264626870704?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3779733264626870704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/mau-mandi-sama-bunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3779733264626870704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3779733264626870704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/mau-mandi-sama-bunda.html' title='Mau Mandi Sama Bunda'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2853904376014012692</id><published>2009-07-09T14:47:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T14:53:10.813+07:00</updated><title type='text'>Cangkir Yang Cantik</title><content type='html'>Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik&lt;br /&gt;“Lihat cangkir itu,” kata si oma kepada suaminya.&lt;br /&gt;“Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si opa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara,&lt;br /&gt;“Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunyatidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalahseonggok tanah liat yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar…Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.&lt;br /&gt;Stop !Stop ! Aku berteriak,&lt;br /&gt;Tetapi orang itu berkata “belum !”&lt;br /&gt;lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop ! Stop ! teriakku lagi,&lt;br /&gt;Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas !Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi,&lt;br /&gt;Tapi orang ini berkata “belum !”&lt;br /&gt;Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian&lt;br /&gt;itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepadaseorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop ! Stop ! Aku berteriak.&lt;br /&gt;Wanita itu berkata “belum !”&lt;br /&gt;Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagike perapian yang lebih panas dari sebelumnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong ! Hentikanpenyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita,tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata... Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supayamenjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk anda. Bentukan -bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses ituselesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2853904376014012692?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2853904376014012692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cangkir-yang-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2853904376014012692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2853904376014012692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/cangkir-yang-cantik.html' title='Cangkir Yang Cantik'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1162523730522814486</id><published>2009-07-09T14:44:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T14:47:00.325+07:00</updated><title type='text'>Petani dan Batang Bambu</title><content type='html'>Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bamboo lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Petani&lt;/strong&gt; : ” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Batang bambu&lt;/strong&gt; : “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Petani&lt;/strong&gt; : “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipayang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yangkutanam dapat tumbuh dengan subur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam…, kemudian dia berkata kepada petani…&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Batang Bambu &lt;/strong&gt;: “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belahbatangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Petani&lt;/strong&gt; : ”Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”&lt;br /&gt;Akhirnya batang bambu itu menyerah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Batang Bambu&lt;/strong&gt; : “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”&lt;br /&gt;Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya?&lt;br /&gt;Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Ini aku ya Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1162523730522814486?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1162523730522814486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/petani-dan-batang-bambu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1162523730522814486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1162523730522814486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/07/petani-dan-batang-bambu.html' title='Petani dan Batang Bambu'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1277086106210271464</id><published>2009-06-11T09:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-11T09:42:27.144+07:00</updated><title type='text'>Lantai dan Patung Marmer</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Disebuah museum yang megah terdapat sebuah patung marmer yangsangat indah diletakkan diatas lantai yang juga terbuat dari marmer. Banyak pengunjung dari seluruh penjuru dunia dating hanya untuk mengagumi patung yang canik itu. Pada suatu malam, si lantai marmer mengajak sang patung untuk berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;strong&gt;Lantai Marmer&lt;/strong&gt; : “Hei Patung, dunia ini nggak adil! Mengapa semua pengunjung datang kemari hanya untuk menginjakku sambil mengagumi kecantikanmu?? Sangat tidak adil…!!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patung Marmer&lt;/strong&gt; : “Temanku Lantai Marmer yang baik, apakah engkau masih ingat bahwa sebenarnya kita berdua berasal dari gua yang sama?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;strong&gt;Lantai Marmer&lt;/strong&gt; : “Tepat sekali! Itu sebabnya aku tambah yakin bahwa dunia ini tidak adil. Kita dilahirkan dari gua yang sama namun mendapat perlakuan berbeda di museum ini. Sangat tidak adil!!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patung Marmer&lt;/strong&gt; : “Tapi apakah kau masih ingat ketika si Pemahat datang dan berusaha membentukmu, engkau malah menolak usahanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;strong&gt;Lantai Marmer&lt;/strong&gt; : “Tentu aku masih ingat. Aku sangat membenci orang itu! Aku tidak mengerti mengapa Ia ingin membentukku, dan alat-alatnya sangat menyakitkan tubuhku”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patung Marmer&lt;/strong&gt; : “Tepat sekali! Si Pemahat tidak dapat bekerja denganmu karena kau berusaha melawannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;strong&gt;Lantai marmer&lt;/strong&gt; : “Emangnya kenapa..?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patung Marmer&lt;/strong&gt; : “Ketika si Pemahat itu memutuskan untuk menyerah dan melirik aku, aku yakin hidupku akan berubah dengan sentuhannya. Aku tidak berusaha melawan alat-alat pahatnya, walaupun rasa sakit yang tak tertahankan harus kulalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;strong&gt;Lantai Marmer&lt;/strong&gt; : “Hm…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patung Marmer&lt;/strong&gt; : “ Temanku, selalu ada harga yang harus dibayar jika engkau ingin mencapai sesuatu di dalam hidup ini. Karena engkau menyerah terhadap tantangan yang dapat mengubah nasibmu, engkau sebaiknya tidak menyalahkan orang-orangyang dating dan menginjakmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari kisah ini adalah kesuksesan didapat setelah melewati proses. Disetiap kepahitan dalam tantangan yang kita hadapi, itu adalah proses yang membuat kita menjadi lebih kuat. Semakin banyak masalah, semakin kita belajar. Semakin belajar, semakin kita memiliki pengalaman untuk menghasilkan yang terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1277086106210271464?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1277086106210271464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/lantai-dan-patung-marmer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1277086106210271464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1277086106210271464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/lantai-dan-patung-marmer.html' title='Lantai dan Patung Marmer'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5805698563333698059</id><published>2009-06-09T10:24:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T10:24:55.975+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Doa</title><content type='html'>&lt;p&gt;Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba balap mobil mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adlaah babak final. Hanya tersisa 4 orang dan mereka memamerkan setiap mobil yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada seorang anak bernama Mark dengan mobilnya yang tak istimewa, namun ia termasuk4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.&lt;br /&gt;Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-59"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaran mobil balap mainan. Setia anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang tertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dor! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur denga cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo.. ayoo.. cepat-cepat, maju! Maju!”, begitu teriak mereka. Ahha… sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya, semua senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamitlah lagi dalam hati, “Terima kasih.”&lt;br /&gt;Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai Jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?” Mark terdiam. “Bukan, Pak. Bukan itu yang aku panjatkan,” kata Mark.&lt;br /&gt;Ia lalu melanjutkan, “sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “aku hanya bermohon pada tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tengan yang memenuhi ruangan.&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark tidaklah bermohon pada tuhan untuk memang dalam setiap ujian. Mark tak memohon pada Tuhan untuk memang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhanuntuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yan glain. Namun, Mark bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekuarangan dengan rasa bangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin, telah banyak waktu yang kit alakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan ita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang kita mau lalui saya yakin, Tuhan memberi kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya tuhan sedang menguji hambanya yang shaleh.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5805698563333698059?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5805698563333698059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/kekuatan-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5805698563333698059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5805698563333698059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/kekuatan-doa.html' title='Kekuatan Doa'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5867816225342423189</id><published>2009-06-09T10:17:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T10:17:51.923+07:00</updated><title type='text'>Segenggam garam</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung masalah. Langkahnya gontai dan aoir muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang tak bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tanpa membuang waktu, pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengrakan dengan seksama. Lalu ia mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya.” Ujar Pak Tua itu.&lt;br /&gt;“Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.&lt;br /&gt;Pak tua itu, lalu kembali menaburkan segegennga garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air mengusuk ketenganan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.&lt;br /&gt;Saat tamu itu selesai mereguk air itu, pak tua berkata lagi, bagaimana rasanya”&lt;br /&gt;“Segar,” sahut tamunya.&lt;br /&gt;“Apakah kau merasakan garam di dalam air itu?” tanya pak tua lag.&lt;br /&gt;“Tidak”, jawab si anak muda.&lt;span id="more-53"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dengan bijak, Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat bergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pak tua itu kembali memberi nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatiku seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran kebahagiaan.”&lt;br /&gt;Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama beajar hari itu. Dan pak tua, si orang bijak, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5867816225342423189?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5867816225342423189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/segenggam-garam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5867816225342423189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5867816225342423189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/segenggam-garam.html' title='Segenggam garam'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-4000074575846595439</id><published>2009-06-09T10:12:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T10:15:55.233+07:00</updated><title type='text'>Pa, bacain cerita utk jessi...</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi “Wah,. Buku Baru ya&lt;br /&gt;Jes?”, “Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. “Bacain Jessi dong pa” pinta Jessica lembut, “Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh” sanggah budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan  didepannya, dengan serius.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu “pa, mama bilang papa mau baca untuk jessi” Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya” “pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”, “Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan” Budi berusaha memusatkan  perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. “pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”, “J! essica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!” kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya “Iya pa,. lain kali ya pa?”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. “pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!” beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil  terhentak! beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih “Jessi takut pa, jessi takut ma, Jessi sayang papa mama” darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.&lt;br /&gt;Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kini yang ada hanyalah  penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,..&lt;br /&gt;pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, “,…papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger” kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang ! tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi  lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. “Jessi dengar papa baca ya” selang beberapa kata,.. hatinya memohon,.lagi “Jessi papa mohon ampun nak” “papa sayang Jessi” Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menagis,.. memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan  kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita Karena ia Peduli kepada kita ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA SEKALI&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;DO IT NOW&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita cintai&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-4000074575846595439?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/4000074575846595439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/pa-bacain-cerita-utk-jessi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4000074575846595439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4000074575846595439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/pa-bacain-cerita-utk-jessi.html' title='Pa, bacain cerita utk jessi...'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1169237883522018195</id><published>2009-06-08T21:07:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T21:08:05.368+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Pelita</title><content type='html'>Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. &lt;p&gt;Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.&lt;span id="more-417"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si buta tertegun..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senyap sejenak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1169237883522018195?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1169237883522018195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/jadilah-pelita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1169237883522018195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1169237883522018195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/jadilah-pelita.html' title='Jadilah Pelita'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-708375038804242491</id><published>2009-06-08T21:02:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T21:02:27.799+07:00</updated><title type='text'>Meja kayu</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. &lt;p&gt;Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-386"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.&lt;br /&gt;~Author Unknown&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-708375038804242491?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/708375038804242491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/meja-kayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/708375038804242491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/708375038804242491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/meja-kayu.html' title='Meja kayu'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-4516359446503568267</id><published>2009-06-08T20:52:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T20:53:18.488+07:00</updated><title type='text'>Raja dan batu Rubi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan. &lt;span id="more-84"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan&lt;br /&gt;semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah&lt;br /&gt;membuat raja yang dicintainya berbahagia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Netter yang luar biasa…. Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shi Shang Mei You Shi Quan Shi Mei De Ren&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki&lt;br /&gt;kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: Batu Rubi yang Retak oleh Andrie Wongso&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-4516359446503568267?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/4516359446503568267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/raja-dan-batu-rubi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4516359446503568267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4516359446503568267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/06/raja-dan-batu-rubi.html' title='Raja dan batu Rubi'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-7151422171643842915</id><published>2009-05-31T14:13:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T14:14:05.446+07:00</updated><title type='text'>Kisah Raja dan Emas</title><content type='html'>Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan&lt;br /&gt;kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini engan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini,untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata aja itu disambut hangat oleh rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya". Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli: When We Have to Choice Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yangm memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektiv siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin). Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri,jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi ???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-7151422171643842915?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/7151422171643842915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/kisah-raja-dan-emas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7151422171643842915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7151422171643842915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/kisah-raja-dan-emas.html' title='Kisah Raja dan Emas'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5681656429340357138</id><published>2009-05-31T14:11:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T14:11:31.300+07:00</updated><title type='text'>Quotes of Happiness</title><content type='html'>"Happiness is a choice that requires effort at times."&lt;br /&gt;Anonymous&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Most people would rather be certain they're miserable, than risk being happy."&lt;br /&gt;Robert Anthony&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Action may not always bring happiness; but there is no happiness without action."&lt;br /&gt;Benjamin Disraeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Constitution only gives people the right to pursue happiness. You have to catch it yourself." &lt;br /&gt;Benjamin Franklin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Happiness is not a destination. It is a method of life." -&lt;br /&gt;Burton Hills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which has opened for us."&lt;br /&gt;Helen Keller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The best way to cheer yourself up is to try to cheer somebody else up."&lt;br /&gt;Mark Twain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Most folks are about as happy as they make up their minds to be."&lt;br /&gt;Abraham Lincoln&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A lifetime of happiness! No man alive could bear it: it would be hell on earth."&lt;br /&gt;George Bernard Shaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The pursuit of happiness is a most ridiculous phrase; if you pursue happiness you'll never find it."&lt;br /&gt;C P Snow&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5681656429340357138?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5681656429340357138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/quotes-of-happiness.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5681656429340357138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5681656429340357138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/quotes-of-happiness.html' title='Quotes of Happiness'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-7320332899869103138</id><published>2009-05-31T14:09:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T14:10:32.795+07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta Sejati</title><content type='html'>Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranyapernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasamengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya danpengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepadasuaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurangkita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-haldari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar danmencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya,sekitar 3 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidakdia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar,lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia&lt;br /&gt;"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidakmencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"&lt;br /&gt;Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan danungkapan cinta serta isi hati suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan morale :Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kitasayangi dan kita cintai.&lt;br /&gt;Cinta hanya akan membawa kebahagian dan saling berbagiuntuk memahami kekurangan masing-masing. mencintai dengan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak pernah menyakiti, yang sebenarnya adalahmenambah kedewasaan dan cara berpikir kita untuk memandang hidup, sebagai kasih karunia Tuhan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semuaChieko&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-7320332899869103138?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/7320332899869103138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/kisah-cinta-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7320332899869103138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7320332899869103138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/kisah-cinta-sejati.html' title='Kisah Cinta Sejati'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6399585337440514361</id><published>2009-05-31T14:08:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T14:08:59.600+07:00</updated><title type='text'>Mana Ciuman Untukku?</title><content type='html'>Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy.  Ayah Cindy bekerja enam&lt;br /&gt;hari dalam seminggu, dan sering kali sudah lelah saat pulang dari&lt;br /&gt;kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga mereka,&lt;br /&gt;memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas  rumah tangga lainnya.&lt;br /&gt;Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman.  Hanya ada satu&lt;br /&gt;kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah&lt;br /&gt;temannya, Debbie, untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu&lt;br /&gt;Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan ciuman&lt;br /&gt;selamat malam pada mereka berdua.&lt;br /&gt;"Ibu sayang padamu," kata ibu Debbie.&lt;br /&gt;"Aku juga sayang Ibu," gumam Debbie.&lt;br /&gt;Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang&lt;br /&gt;memberikan ciuman apa pun padanya.. Juga tak ada yang pernah&lt;br /&gt;mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring sambil&lt;br /&gt;berpikir, Mestinya memang seperti itu .&lt;br /&gt;Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya.&lt;br /&gt;"Kau senang di rumah Debbie?" tanya ibunya.&lt;br /&gt;"Rumah ini sepi sekali tanpa kau," kata ayahnya.&lt;br /&gt;Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya. Ia benci pada orangtuanya.&lt;br /&gt;Kenapa mereka tak pernah menciumnya? Kenapa mereka tak pernah&lt;br /&gt;memeluknya atau mengatakan menyayanginya ? Apa mereka tidak&lt;br /&gt;menyayanginya? .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya ia  lari dari rumah, dan tinggal bersama ibu Debbie.&lt;br /&gt;Mungkin ada kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua&lt;br /&gt;kandungnya. Mungkin ibunya yang asli adalah ibu Debbie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtuanya.&lt;br /&gt;"Selamat malam,"katanya. Ayahnya,yang sedang membaca koran, menoleh.&lt;br /&gt;"Selamat malam,' sahut ayahnya.&lt;br /&gt;Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan tersenyum. "Selamat malam, Cindy."&lt;br /&gt;Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;"Kenapa aku tidak pernah diberi ciuman?" tanyanya.&lt;br /&gt;Ibunya tampak bingung. "Yah," katanya terbata-bata, "sebab... Ibu&lt;br /&gt;rasanya karena tidak ada yang pernah mencium Ibu waktu waktu Ibu masih&lt;br /&gt;kecil. Itu saja."&lt;br /&gt;Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah.&lt;br /&gt;Akhirnya ia memutuskan untuk kabur. ia akan pergi kerumah&lt;br /&gt;Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali kepada&lt;br /&gt;orangtuanya yang tidak pernah menyayanginya.&lt;br /&gt;Ia mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah&lt;br /&gt;Debbie, ia tidak berani masuk. Ia merasa takkan ada yang&lt;br /&gt;mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal bersama orangtua Debbie.&lt;br /&gt;Maka ia membatalkan rencananya dan pergi.&lt;br /&gt;Segalanya terasa kosong dan tidak menyenangkan. Ia takkan pernah&lt;br /&gt;mempunyai keluarga seperti keluarga Debbie. Ia terjebak selamanya&lt;br /&gt;bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa sayang di&lt;br /&gt;dunia ini.&lt;br /&gt;Cindy tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku.&lt;br /&gt;Ia duduk lama, sambil berpikir, hingga hari gelap. Sekonyong-konyong&lt;br /&gt;ia mendapat gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia akan membuatnya&lt;br /&gt;berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia masuk kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. sang ayah&lt;br /&gt;langsung menutup telepon. ibunya sedang duduk dengan ekspresi cemas.&lt;br /&gt;Begitu Cindy masuk, ibunya berseru," Dari mana saja kau? Kami cemas&lt;br /&gt;sekali!".&lt;br /&gt;Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan&lt;br /&gt;ciuman di pipi, sambil berkata,"Aku sayang padamu, Bu." Ibunya sangat&lt;br /&gt;terperanjat, hingga tak bisa bicara. Lalu Cindy menghampiri ayahnya&lt;br /&gt;dan memeluknya sambil berkata,"Selamat malam, Yah. Aku sayang&lt;br /&gt;padamu," Lalu ia pergi tidur, meninggalkan kedua orangtunya yang&lt;br /&gt;terperangah di dapur.&lt;br /&gt;Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman&lt;br /&gt;lagi pada ayah dan ibunya. Di halte bus, ia berjingkat dan mengecup&lt;br /&gt;ibunya.&lt;br /&gt;"Hai, Bu,"katanya. "Aku sayang padamu."&lt;br /&gt;Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan&lt;br /&gt;setiap bulan. Kadang-kadang orangtuanya menarik diri darinya dengan&lt;br /&gt;kaku dan canggung. Kadang-kadang mereka hanya tertawa. Tapi mereka&lt;br /&gt;tak pernah membalas ciumannya. Namun Cindy tidak putus asa. Ia telah&lt;br /&gt;membuat rencana, dan ia menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu&lt;br /&gt;malam ia lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu&lt;br /&gt;kamarnya terbuka dan ibunya masuk.&lt;br /&gt;"Mana ciuman untukku ?" tanya ibunya, pura-pura marah.&lt;br /&gt;Cindy duduk tegak. "Oh, aku lupa," sahutnya. Lalu ia mencium ibunya.&lt;br /&gt;"Aku sayang padalmu, Bu." Kemudian ia berbaring lagi.&lt;br /&gt;"Selamat malam,"katanya, lalu memejamkan mata. Tapi ibunya tidak&lt;br /&gt;segera keluar. Akhirnya ibunya berkata. "Aku juga sayang padamu."&lt;br /&gt;Setelah itu ibunya membungkuk dan mengecup pipi Cindy."Dan jangan&lt;br /&gt;pernah lupa menciumku lagi," katanya dengan nada dibuat tegas.&lt;br /&gt;Cindy tertawa. "Baiklah,"katanya. Dan ia memang tak pernah lupa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian, Cindy mempunyai anak sendiri, dan ia selalu&lt;br /&gt;memberikan ciuman pada bayi itu, sampai katanya pipi mungil bayinya&lt;br /&gt;menjadi merah.&lt;br /&gt;Dan setiap kali ia pulang kerumah, yang pertama dikatakan ibunya&lt;br /&gt;adalah, :Mana ciuman untukku?" Dan kalau sudah waktunya Cindy pulang,&lt;br /&gt;ibunya akan berkata, Aku sayang padamu. Kau tahu itu, bukan?"&lt;br /&gt;"Ya, Bu," kata Cindy. "Sejak dulu aku sudah tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dari Chicken Soup For the Kid's Soul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rgds&lt;br /&gt;Lydia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila kita ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari&lt;br /&gt;dan ingin agar orang lain melakukannya pada diri kita sendiri, Lakukan&lt;br /&gt;&amp;amp; mulailah dari diri kita sendiri. Jangan putus asa!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bila jadi orangtua kelak, untuk menunjukkan  kasih sayang kepadanya,&lt;br /&gt;"Cium dan Peluklah".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6399585337440514361?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6399585337440514361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/mana-ciuman-untukku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6399585337440514361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6399585337440514361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/mana-ciuman-untukku.html' title='Mana Ciuman Untukku?'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5088752487257820193</id><published>2009-05-31T14:07:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T14:08:03.682+07:00</updated><title type='text'>Aku Bersamamu Sayang</title><content type='html'>Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan.&lt;br /&gt; Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak&lt;br /&gt; itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut&lt;br /&gt; berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat&lt;br /&gt; sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke&lt;br /&gt; kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya&lt;br /&gt; dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena&lt;br /&gt; kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal&lt;br /&gt; tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu melihat botol itu dan dengan riang&lt;br /&gt; memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat&lt;br /&gt; tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat&lt;br /&gt; tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang&lt;br /&gt; dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri&lt;br /&gt; segera membawa si anak ke  rumah sakit. Tapi si anak&lt;br /&gt; tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan&lt;br /&gt; bagaimana dia harus menghadapi suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat&lt;br /&gt; anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada&lt;br /&gt; istrinya dan mengucapkan 3 kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PERTANYAAN :&lt;br /&gt; 1. Apa 3 kata itu ?&lt;br /&gt; 2. Apa makna cerita ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Scroll down to read....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; JAWABAN : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang Suami hanya mengatakan "AKU BERSAMAMU SAYANG" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka&lt;br /&gt; adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal,&lt;br /&gt; tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya&lt;br /&gt; mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula&lt;br /&gt; seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan&lt;br /&gt; menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan&lt;br /&gt; terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga&lt;br /&gt; kehilangan anak semata wayangnya. Apa yg si istri&lt;br /&gt; perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami&lt;br /&gt; dan itulah yg diberikan suaminya sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara&lt;br /&gt; pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih&lt;br /&gt; sedikit permasalahan di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan&lt;br /&gt; ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya&lt;br /&gt; banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MORAL CERITA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang&lt;br /&gt; waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau&lt;br /&gt; siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam&lt;br /&gt; pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. hal ini&lt;br /&gt; akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam&lt;br /&gt; hubungan antar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan&lt;br /&gt; ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya&lt;br /&gt; banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini juga kuambil dari milis. Cerita yang sangat menggugah... Karena selama ini kita lebih sering ketemu sama orang yang BEJ, "Blaming Excused, Justify"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita lbih suka menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan yang tidak salah, mengkambinghitamkan orang awam untuk membenarkan diri kita... Begitu banyak alasan untuk pembenaran diri atas kesalahan yang sudah kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, artikel ini sebagai cermin buat kita semua. Smoga, kita bisa introspeksi diri. Dan menjadi manusia yang lebih baik lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5088752487257820193?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5088752487257820193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/aku-bersamamu-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5088752487257820193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5088752487257820193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/aku-bersamamu-sayang.html' title='Aku Bersamamu Sayang'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-258909818346843289</id><published>2009-05-31T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T14:06:32.105+07:00</updated><title type='text'>Sebelum kau ceraikan aku, gendonglah aku</title><content type='html'>Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.  Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.&lt;br /&gt;Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening.&lt;br /&gt;Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;Anak kami sedang belajar di luar negeri.  Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.&lt;br /&gt;Dew hadir dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya. Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitusuk ses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."&lt;br /&gt;Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu- ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak&lt;br /&gt;senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik.&lt;br /&gt;Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangk an tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.&lt;br /&gt;Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku.&lt;br /&gt;Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kitaakan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya," Ada sesuatu yang harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.&lt;br /&gt;Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?" "Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki- laki!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew. Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari&lt;br /&gt;perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum&lt;br /&gt;menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.&lt;br /&gt;Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran  rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.&lt;br /&gt;Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari  kamar tidur ke pintu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.&lt;br /&gt;Aku memberitahukan Dew soal syarat- syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.&lt;br /&gt;Kata-katanya membuatku merasa tidak enak. Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing.&lt;br /&gt;Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;br /&gt;Bayangan Dew menjadi samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.&lt;br /&gt;Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"Kelihatann ya tidaklah sulit membopongmu sekarang" Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku&lt;br /&gt;kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bias membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit  Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya&lt;br /&gt;membopong mama keluar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;br /&gt;Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua".&lt;br /&gt;Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra". Aku melompat turun dari mobil tanpa Sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.&lt;br /&gt;Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam".&lt;br /&gt;Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku Cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan&lt;br /&gt;menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan&lt;br /&gt;tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah took bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam  kartu ucapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-258909818346843289?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/258909818346843289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/sebelum-kau-ceraikan-aku-gendonglah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/258909818346843289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/258909818346843289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/sebelum-kau-ceraikan-aku-gendonglah-aku.html' title='Sebelum kau ceraikan aku, gendonglah aku'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-4615722650533454185</id><published>2009-05-31T14:04:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T14:05:11.754+07:00</updated><title type='text'>Akibat dari Perbedaan Persepsi</title><content type='html'>Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus.&lt;br /&gt;Dan kenyataan terjadi,&lt;br /&gt;bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal,&lt;br /&gt;anak yang sulung bertambah kaya&lt;br /&gt;sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab anak yang bungsu :&lt;br /&gt;"Ini karena saya mengikuti pesan ayah.&lt;br /&gt;Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku,&lt;br /&gt;akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi&lt;br /&gt;atau pulang dari rumah ke toko&lt;br /&gt;dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;Akibatnya saya harus naik becak atau andong,&lt;br /&gt;padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja,&lt;br /&gt;tetapi karena pesan ayah itu,&lt;br /&gt;akibatnya pengeluaranku bertambah banyak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab anak sulung :&lt;br /&gt;"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah.&lt;br /&gt;Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih&lt;br /&gt;kepada orang yang berhutang kepada saya,&lt;br /&gt;maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modaltidak susut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko&lt;br /&gt;atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari,&lt;br /&gt;maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit&lt;br /&gt;dan pulang sesudah matahari terbenam.&lt;br /&gt;Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka,&lt;br /&gt;dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga karena kebiasaan itu,&lt;br /&gt;orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris,&lt;br /&gt;karena mempunyai jam kerja lebih lama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MORAL CERITA :&lt;br /&gt;Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita...&lt;br /&gt;pilihan ada di tangan anda.&lt;br /&gt;'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-4615722650533454185?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/4615722650533454185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/akibat-dari-perbedaan-persepsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4615722650533454185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4615722650533454185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/akibat-dari-perbedaan-persepsi.html' title='Akibat dari Perbedaan Persepsi'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1019377504165137056</id><published>2009-05-31T14:03:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T14:03:28.809+07:00</updated><title type='text'>Idealisme Wanita</title><content type='html'>Sebuah toko mewah baru saja dibuka di kota New York, dimana para wanita usia di atas 17 tahun boleh masuk untuk mencari pria yang akan dijadikan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada petunjuk instruksi di pintu masuk toko itu, tertulis aturannya antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;Anda hanya bisa masuk ke toko ini satu kali saja dan tidak diperkenankan kembali lagi&lt;br /&gt;Terdapat enam lantai dengan ruang kaca yang berisi para pria dengan ciri tertentu, silahkan amati dan baca dengan teliti deskripsi sifat-karakter calon suami yang berada di lantai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan bertambah-tingginya lantai, maka atribut keterangan para pria akan bertambah spesifik untuk memuaskan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh memilih seorang pria yang akan dijadikan suami pada lantai tersebut, atau silahkan naik ke lantai berikutnya. Namun Anda tidak boleh turun ke lantai sebelumnya, kecuali berjalan terus keluar toko ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita karier berusia 30-an masuk ke toko unik tersebut untuk mencari seorang pria agar dijadikan suaminya. Inilah yang terjadi di dalam toko itu:&lt;br /&gt;Ia naik ke lantai-1, menemukan deksripsi para pria sbb: Mereka punya kerja dan Taat Ibadahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terus naik ke lantai-2, menemukan deskripsi sbb: Para pria ini sudah punya kerja mapan, taat ibadahnya, dan menyayangi anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terus naik ke lantai-3, membaca deskripsi sbb: Para pria ini sudah punya kerja mapan, taat ibadahnya, menyayangi anak-anak, dan penampilannya rupawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai ragu-ragu, namun si wanita karier ini terus naik ke lantai-4, menemukan deskripsi sbb: Para pria ini sudah punya kerja mapan, taat ibadahnya, menyayangi anak-anak, tampan, dan suka membantu pekerjaan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia termanggu, dan berkata dalam hatinya: "Ah, beruntung sekali saya jika mendapatkan suami seperti ini. Tapi saya yakin, pria yang ada lantai atas akan lebih baik lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia terus naik lagi ke lantai-5 dan menemukan deskripsi sbb: Para pria ini sudah punya kerja mapan, taat ibadahnya, menyayangi anak-anak, tampan, dan suka membantu pekerjaan rumah tangga, serta romantik dalam bercinta. Ia sangat puas dengan kriteria calon suami seperti di lantai ini, namun ada dorongan penasaran untuk mencari yang dikiranya lebih baik lagi di lantai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lantai-6, tertulis keterangan sbb: ANDA MERUPAKAN PENGUNJUNG YANG KE 931448 di lantai ini. Tidak ada seorang pria-pun di lantai ini yang anda bayangkan. Semua lantai ini adalah bukti bahwa para wanita sangat sukar MENDAPAT APA YANG BISA MEMUASKAN dirinya. Terima kasih telah berbelanja di toko ini. Perhatikan langkah anda pada saat menuruni tangga, langsung menuju Exit. Have a Nice Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan teruskan cerita ini untuk bahan renungan para pria, dan untuk semua para wanita yang dapat dipercaya untuk menerima kebenaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1019377504165137056?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1019377504165137056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/idealisme-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1019377504165137056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1019377504165137056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/idealisme-wanita.html' title='Idealisme Wanita'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-1485293753907166563</id><published>2009-05-31T14:01:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T14:01:56.600+07:00</updated><title type='text'>Salah Paham Dalam Rumah Tangga</title><content type='html'>Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :"Mari,kita jemput nenek di kampung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: "Ibu, ini kebiasaan orang kota , lambat laun ibu akan terbiasa juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengka n kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:"Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?"Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika........ ....dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi..... ...., semua berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:"" Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya"" .Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."" Lu Di, kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya. Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi"".Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali."Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku, maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........ , itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah."""Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai"".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK , SD , SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku.""Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya""."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum... ......... ..anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata........ ......... ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-1485293753907166563?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/1485293753907166563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/salah-paham-dalam-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1485293753907166563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/1485293753907166563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/salah-paham-dalam-rumah-tangga.html' title='Salah Paham Dalam Rumah Tangga'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-958659672238600905</id><published>2009-05-31T13:59:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T14:00:11.489+07:00</updated><title type='text'>Butir Padi Pertanda Kasih</title><content type='html'>Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka.&lt;br /&gt;Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang&lt;br /&gt;lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu&lt;br /&gt;membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil&lt;br /&gt;jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih&lt;br /&gt;lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia&lt;br /&gt;mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di&lt;br /&gt;lumbung milik saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya,&lt;br /&gt;"Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku&lt;br /&gt;punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti,&lt;br /&gt;sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun&lt;br /&gt;akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia&lt;br /&gt;pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di&lt;br /&gt;lumbung milik saudara satu-satunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu&lt;br /&gt;masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah&lt;br /&gt;berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu&lt;br /&gt;mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah&lt;br /&gt;persaudaraan tanpa memusingkan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita mampu membangun persaudaraan yang diwarnai kasih&lt;br /&gt;seperti kisah di atas tadi? Kedua orang saudara tadi belajar memahami&lt;br /&gt;kebutuhan satu sama lain. Yang masih lajang dapat melihat tentulah&lt;br /&gt;lebih banyak kebutuhan saudaranya yang sudah berkeluarga daripada&lt;br /&gt;kebutuhannya sendiri. Sementara yang sudah berkeluarga mampu memahami&lt;br /&gt;saudaranya yang masih lajang  itu tidak memiliki siapa-siapa, dia lebih&lt;br /&gt;membutuhkan kekayaan daripada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk memahami itu bisa menjadi kenyataan dalam perbuatan&lt;br /&gt;kalau mereka tidak lagi menjadikan kekayaan sebagai satu-satunya&lt;br /&gt;sumber kehidupan. Mereka lebih menomorsatukan bagaimana orang lain&lt;br /&gt;bisa hidup layak di dunia ini, dengan konsekuensi diri mereka pun lalu&lt;br /&gt;dinomorduakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-958659672238600905?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/958659672238600905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/butir-padi-pertanda-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/958659672238600905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/958659672238600905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/butir-padi-pertanda-kasih.html' title='Butir Padi Pertanda Kasih'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-7415489886499268388</id><published>2009-05-31T13:56:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:56:40.071+07:00</updated><title type='text'>Sendal Jepit Istriku</title><content type='html'>Selera makanku mendadak punah.  Hanya ada rasa kesal&lt;br /&gt; dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa&lt;br /&gt; tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini,&lt;br /&gt; makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah.&lt;br /&gt; Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang&lt;br /&gt; perkedelnya asin tak ketulungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ummi... Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar?&lt;br /&gt; Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak&lt;br /&gt; keaseman, ya kepedesan!" Ya, aku tak bisa menahan&lt;br /&gt; emosi untuk tak menggerutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan&lt;br /&gt; Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak  Rasul? ucap&lt;br /&gt; isteriku kalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar&lt;br /&gt; seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus&lt;br /&gt; seperti ini!" Jawabku masih dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat&lt;br /&gt; isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah&lt;br /&gt; begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepekan sudah aku ke luar kota . Dan tentu, ketika&lt;br /&gt; pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan&lt;br /&gt; untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa&lt;br /&gt; yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa&lt;br /&gt; yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah&lt;br /&gt; mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah&lt;br /&gt; kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian&lt;br /&gt; bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini.&lt;br /&gt; Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan&lt;br /&gt; cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau&lt;br /&gt; busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam&lt;br /&gt; dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan&lt;br /&gt; seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut&lt;br /&gt; dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ummi... Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau&lt;br /&gt; keadaan terus menerus begini?" ucapku sambil&lt;br /&gt; menggeleng-gelengka n kepala. "Ummi... isteri sholihah&lt;br /&gt; itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga&lt;br /&gt; harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah&lt;br /&gt; tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju,&lt;br /&gt; beresin rumah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan&lt;br /&gt; tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. "Ah...&lt;br /&gt; wanita gampang sekali untuk menangis," batinku. "Sudah&lt;br /&gt; diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri&lt;br /&gt; shalihah?  Isteri shalihah itu tidak cengeng," bujukku&lt;br /&gt; hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah&lt;br /&gt; ngomel-ngomel terus.  Rumah ini berantakan karena&lt;br /&gt; memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan&lt;br /&gt; untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah&lt;br /&gt; terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,"&lt;br /&gt; ucap isteriku diselingi isak tangis. "Abi nggak&lt;br /&gt; ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil&lt;br /&gt; muda..." Ucap isteriku lagi, sementara air matanya&lt;br /&gt; kulihat tetap merebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamil muda?!?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bi..., siang nanti antar Ummi ngaji ya...?" pinta&lt;br /&gt; isteriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Aduh, Mi... Abi kan sibuk sekali  hari ini. Berangkat&lt;br /&gt; sendiri saja ya?" ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja,&lt;br /&gt; mudah-mudahan nggak pingsan di jalan," jawab isteriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Lho, kok bilang gitu...?" selaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala&lt;br /&gt; Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi&lt;br /&gt; ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas&lt;br /&gt; menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak&lt;br /&gt; kenapa-kenapa, " ucap isteriku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja," jawabku&lt;br /&gt; ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan.&lt;br /&gt; Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput&lt;br /&gt; isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi&lt;br /&gt; rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku&lt;br /&gt; mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu&lt;br /&gt; berjajar, ini pertanda acara belum selesai.&lt;br /&gt; Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu&lt;br /&gt; satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan&lt;br /&gt; harganya begitu mahal."Wanita, memang suka yang&lt;br /&gt; indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu," aku&lt;br /&gt; membathin. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada&lt;br /&gt; sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dug!  Hati ini menjadi luruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Oh....bukankah ini sandal jepit isteriku?" tanya&lt;br /&gt; hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang&lt;br /&gt; tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh&lt;br /&gt; tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru&lt;br /&gt; sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan&lt;br /&gt; isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus&lt;br /&gt; bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya&lt;br /&gt; bersepatu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Maafkan aku Maryam," pinta hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Krek...," suara pintu terdengar dibuka. Aku&lt;br /&gt; terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping.&lt;br /&gt; Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong&lt;br /&gt; bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah&lt;br /&gt; warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah&lt;br /&gt; kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti&lt;br /&gt; yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku&lt;br /&gt; menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu,&lt;br /&gt; tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir&lt;br /&gt; ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab&lt;br /&gt; hitam melintas. "Ini dia mujahidahku! " pekik hatiku.&lt;br /&gt; Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau&lt;br /&gt; yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya&lt;br /&gt; memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula&lt;br /&gt; warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan&lt;br /&gt; berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum&lt;br /&gt; pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku&lt;br /&gt; terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurang an&lt;br /&gt; isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak&lt;br /&gt; kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi&lt;br /&gt; malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu&lt;br /&gt; sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah&lt;br /&gt; kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: "Yang terbaik di&lt;br /&gt; antara kamu adalah yang paling baik terhadap&lt;br /&gt; keluarganya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah&lt;br /&gt; menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan&lt;br /&gt; baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut&lt;br /&gt; isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya.&lt;br /&gt; Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Maryam...!" panggilku, ketika tubuh berabaya gelap&lt;br /&gt; itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku,&lt;br /&gt; pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas&lt;br /&gt; kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat&lt;br /&gt; perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum&lt;br /&gt; bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Abi...!" bisiknya pelan dan girang. Sungguh, aku baru&lt;br /&gt; melihat isteriku segirang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput&lt;br /&gt; isteri?" sesal hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku.&lt;br /&gt; Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang&lt;br /&gt; dari bibirnya. "Alhamdulillah, jazakallahu. ..,"ucapnya&lt;br /&gt; dengan suara tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu.&lt;br /&gt; Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang&lt;br /&gt; aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan 'iffah&lt;br /&gt; sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa&lt;br /&gt; nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar&lt;br /&gt; karena perhatianku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-7415489886499268388?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/7415489886499268388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/sendal-jepit-istriku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7415489886499268388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/7415489886499268388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/sendal-jepit-istriku.html' title='Sendal Jepit Istriku'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-9167269559741745337</id><published>2009-05-31T13:54:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:54:55.561+07:00</updated><title type='text'>Mencintai TANPA SYARAT</title><content type='html'>Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko&lt;br /&gt;Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg&lt;br /&gt;sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan&lt;br /&gt;Investment, beliau juga sangat sukses dlm&lt;br /&gt;memajukan industri Reksadana di Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar&lt;br /&gt;sekali. Silahkan baca dan dihayati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - -&lt;br /&gt;sebuah perenungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat para suami baca ya..... istri &amp;amp; calon&lt;br /&gt;istri juga boleh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari usianya beliau sudah t id ak muda&lt;br /&gt;lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah&lt;br /&gt;mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun&lt;br /&gt;kesehariannya diisi dengan merawat istrinya&lt;br /&gt;yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka&lt;br /&gt;menikah sudah lebih dari 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal&lt;br /&gt;cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan&lt;br /&gt;anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak&lt;br /&gt;bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun,&lt;br /&gt;menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya&lt;br /&gt;menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang,&lt;br /&gt;lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pak suyatno memandikan,&lt;br /&gt;membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat&lt;br /&gt;istrinya keatas tempat tidur. Sebelum&lt;br /&gt;berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan&lt;br /&gt;TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia&lt;br /&gt;selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah&lt;br /&gt;tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh&lt;br /&gt;dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang&lt;br /&gt;untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya&lt;br /&gt;dia pulang memandikan istrinya, mengganti&lt;br /&gt;pakaian dan selepas maghrib dia temani&lt;br /&gt;istrinya nonton televisi sambil menceritakan&lt;br /&gt;apa2 saja yg dia alami seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi&lt;br /&gt;tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup&lt;br /&gt;senang bahkan dia selalu menggoda istrinya&lt;br /&gt;setiap berangkat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih&lt;br /&gt;kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat&lt;br /&gt;istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ke empat anak suyatno&lt;br /&gt;berkumpul dirumah orang tua mereka sambil&lt;br /&gt;menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka&lt;br /&gt;menikah sudah tinggal dengan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka&lt;br /&gt;dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu&lt;br /&gt;semua anaknya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung&lt;br /&gt;berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu&lt;br /&gt;semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu,&lt;br /&gt;tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir&lt;br /&gt;bapak........ ..bahkan bapak tidak ijinkan&lt;br /&gt;kami menjaga ibu" . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya &lt;br /&gt;"sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan&lt;br /&gt;bapak menikah lagi,kami rasa ibupun akan&lt;br /&gt;mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua&lt;br /&gt;bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah&lt;br /&gt;tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan&lt;br /&gt;merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak&lt;br /&gt;diduga anak2 mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak2ku......... Jikalau perkawinan &amp;amp; hidup&lt;br /&gt;didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak&lt;br /&gt;akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan&lt;br /&gt;adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih&lt;br /&gt;dari cukup, dia telah melahirkan kalian..&lt;br /&gt;sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg&lt;br /&gt;selalu kurindukan hadir didunia ini dengan&lt;br /&gt;penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai&lt;br /&gt;dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah&lt;br /&gt;dia menginginkan keadaanya seperti Ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah&lt;br /&gt;bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu&lt;br /&gt;dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan&lt;br /&gt;bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat&lt;br /&gt;oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg&lt;br /&gt;masih sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno&lt;br /&gt;merekapun melihat butiran2 kecil jatuh&lt;br /&gt;dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu&lt;br /&gt;ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya&lt;br /&gt;itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang&lt;br /&gt;oleh salah satu stasiun TV swasta untuk&lt;br /&gt;menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan&lt;br /&gt;pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu&lt;br /&gt;bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg&lt;br /&gt;sudah tidak bisa apa2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disaat itulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di&lt;br /&gt;studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak&lt;br /&gt;sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno&lt;br /&gt;bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah&lt;br /&gt;cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau&lt;br /&gt;memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran,&lt;br /&gt;perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih&lt;br /&gt;istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan&lt;br /&gt;sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat&lt;br /&gt;saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya&lt;br /&gt;bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4&lt;br /&gt;orang anak yg lucu2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia sakit karena berkorban untuk&lt;br /&gt;cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian&lt;br /&gt;bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen&lt;br /&gt;untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum&lt;br /&gt;tentu saya mencari penggantinya apalagi dia&lt;br /&gt;sakit,,," &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN, MOHON KIRIM EMAIL INI KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA SEMOGA BERMANFAAT VERY TOUCHING..................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-9167269559741745337?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/9167269559741745337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/mencintai-tanpa-syarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/9167269559741745337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/9167269559741745337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/mencintai-tanpa-syarat.html' title='Mencintai TANPA SYARAT'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-4656957711428636158</id><published>2009-05-31T13:53:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:53:22.704+07:00</updated><title type='text'>Boy and Girl</title><content type='html'>Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran,&lt;br /&gt;Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl,&lt;br /&gt;menggantungkannya di dalam kamar Girl.&lt;br /&gt;Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.&lt;br /&gt;Waktu itu...&lt;br /&gt;Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua...&lt;br /&gt;Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...&lt;br /&gt;Ke Paris...Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu...&lt;br /&gt;Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa...&lt;br /&gt;Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya...&lt;br /&gt;Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik.&lt;br /&gt;Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan&lt;br /&gt;bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Girl pergi ke Perancis,&lt;br /&gt;Boy bekerja keras...&lt;br /&gt;dia pernah menjual koran...&lt;br /&gt;menjadi karyawan sementara...&lt;br /&gt;bisnis kecil...&lt;br /&gt;setiap pekerjaan dikerjakan dengan sangat baik dan tekun.&lt;br /&gt;Sudah lewat beberapa tahun...&lt;br /&gt;Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya,&lt;br /&gt;akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl,&lt;br /&gt;dia masih tidak dapat melupakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari... waktu hujan,&lt;br /&gt;Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan.&lt;br /&gt;Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl....&lt;br /&gt;Dia ingin mereka lihat kalau sekarang Boy tidak hanya mempunyai mobil pribadi,&lt;br /&gt;tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri,&lt;br /&gt;ia ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi,&lt;br /&gt;dia sekarang adalah seorang Boss. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut.&lt;br /&gt;Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung,&lt;br /&gt;tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu mereka sampai tempat tujuan,&lt;br /&gt;Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.&lt;br /&gt;Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.&lt;br /&gt;Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup,&lt;br /&gt;Orang-tua Girl memberitahu Boy,&lt;br /&gt;Girl tidak pergi ke Paris ,&lt;br /&gt;Girl terserang kanker,&lt;br /&gt;Girl pergi ke surga.&lt;br /&gt;Girl ingin Boy menjadi orang,&lt;br /&gt;mempunyai keluarga yang harmonis,&lt;br /&gt;maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu.&lt;br /&gt;Girl bilang dia sangat mengerti Boy,&lt;br /&gt;dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.&lt;br /&gt;Girl mengatakan...&lt;br /&gt;kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya &lt;br /&gt;dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.&lt;br /&gt;Boy langsung berlutut,&lt;br /&gt;berlutut di depan makam Girl,&lt;br /&gt;menangis dengan begitu sedihnya.&lt;br /&gt;Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti,&lt;br /&gt;membasahi sekujur tubuh Boy.&lt;br /&gt;Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat semua itu,&lt;br /&gt;hatinya mulai meneteskan darah...&lt;br /&gt;Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman,&lt;br /&gt;mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka..&lt;br /&gt;Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hatiku tidak pernah menyesal,&lt;br /&gt;semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,&lt;br /&gt;1000 ketulusan hatiku,&lt;br /&gt;beterbangan di dalam angin&lt;br /&gt;menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit...&lt;br /&gt;melewati sungai perak,&lt;br /&gt;apakah aku bisa bertemu denganmu?&lt;br /&gt;Tidak takut berapapun jauhnya,&lt;br /&gt;hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.&lt;br /&gt;Masa lalu seperti asap...&lt;br /&gt;hilang dan tak kan kembali...&lt;br /&gt;menambah kerinduan di hatiku...&lt;br /&gt;Bagaimanapun dicari,&lt;br /&gt;jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN :&lt;br /&gt;Kalau kamu menginginkan semua orang di dunia ini menemukan jodohnya,&lt;br /&gt;maka kirimkanlah artikel ini kepada semua orang.&lt;br /&gt;Sekarang berusahalah........ mengirimkan ini ke 20 orang atau lebih,&lt;br /&gt;maka orang2 di dunia ini akan menemukan pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;Termasuk teman2 kamu...kirimkan kepada mereka,&lt;br /&gt;mereka seperti barang berharga yang tidak mudah ditemukan.&lt;br /&gt;Mereka memberikan kita kebahagiaan, mendorong kita untuk berhasil,&lt;br /&gt;mereka mendengarkan cur-hat kita dan share pujian2 mereka.&lt;br /&gt;Terus kirimkan kepada teman2 kamu dan semua orang yang kamu kenal.&lt;br /&gt;Apabila artikel ini kembali padamu,&lt;br /&gt;kamu akan tahu kalau kamu mempunyai teman sejati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forward fr Dessy Margareth mail&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-4656957711428636158?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/4656957711428636158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/boy-and-girl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4656957711428636158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/4656957711428636158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/boy-and-girl.html' title='Boy and Girl'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-5908246891170097716</id><published>2009-05-31T13:51:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:51:45.904+07:00</updated><title type='text'>Surat ttg Bola Persahabatan</title><content type='html'>Dear friends  ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang&lt;br /&gt;yang sangat lemah dan butuh pertolongan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi&lt;br /&gt;orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk&lt;br /&gt;melindunginya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah :&lt;br /&gt;Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau orang yang suka berpakaian  warna merah  lebih yakin&lt;br /&gt;kepada dirinya sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau orang yang suka berpakaian  kuning  adalah orang yang&lt;br /&gt;menikmati kecantikannya sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau orang yang suka berpakaian  hitam  adalah orang yang&lt;br /&gt;ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut&lt;br /&gt;dikembalikan dua kali lipat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan&lt;br /&gt;dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi  tahukah&lt;br /&gt;anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan&lt;br /&gt;orang tsb? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda&lt;br /&gt;tsb pasti dikabulkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda  bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, spt jatuh cinta,&lt;br /&gt;menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan&lt;br /&gt;jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda&lt;br /&gt;lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan percaya semua yang saya katakan  , sebelum anda mencobanya&lt;br /&gt;sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya&lt;br /&gt;sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat&lt;br /&gt;bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini,  bola PERSAHABATAN  ada dilapangan anda, kirim ini kepada orang yang benar2 sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Juga, jangan merasa kecewa  jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola untuk&lt;br /&gt;orang lainnya .. karena  lebih baik memberi daripada menerima  bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-5908246891170097716?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/5908246891170097716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/surat-ttg-bola-persahabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5908246891170097716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/5908246891170097716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/surat-ttg-bola-persahabatan.html' title='Surat ttg Bola Persahabatan'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3019337669122518438</id><published>2009-05-31T13:49:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:49:52.257+07:00</updated><title type='text'>Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000</title><content type='html'>Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampyyyuunnnn. ......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ...... Ada dapa denganmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang&lt;br /&gt;pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang&lt;br /&gt;warteg saya berpindah ke kantong tukang  nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom  mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.&lt;br /&gt;Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu&lt;br /&gt;sama teman-temanmu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya.  Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!" "Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak amal musholla dan mesjid. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana....."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3019337669122518438?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3019337669122518438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/balada-kisah-uang-1000-dan-100000.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3019337669122518438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3019337669122518438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/balada-kisah-uang-1000-dan-100000.html' title='Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-3480522198691603007</id><published>2009-05-31T13:46:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T13:47:42.197+07:00</updated><title type='text'>Quotes of commit</title><content type='html'>"Individual commitment to a group effort -- that is what makes a team work, a company work, a society work, a civilization work."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vince Lombardi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It was character that got us out of bed, commitment that moved us into action, and discipline that enabled us to follow through.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zig Ziglar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Commitment in the face of conflict produces character.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unknown&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The quality of a person's life is in direct proportion to their commitment to excellence, regardless of their chosen field of endeavor.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vince Lombardi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The three great essentials to achieve anything worth while are, first, hard work; second, stick-to-itiveness; third, common sense."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thomas A Edison&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The successful person makes a habit of doing what the failing person doesn't like to do."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thomas A Edison&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Only one who devotes himself to a cause with his whole strength and soul can be a true master. For this reason mastery demands all of a person."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Albert Einstein&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The only limit to your impact is your imagination and commitment."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anthony Robbins&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I know the price of success: dedication, hard work, and an unremitting devotion to the things you want to see happen."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Frank Lloyd Wright&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-3480522198691603007?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/3480522198691603007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/individual-commitment-to-group-effort.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3480522198691603007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/3480522198691603007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/individual-commitment-to-group-effort.html' title='Quotes of commit'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-2816810323874198214</id><published>2009-05-31T13:43:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:44:32.506+07:00</updated><title type='text'>Allah Tau</title><content type='html'>Jika kau merasa lelah dan tak berdaya&lt;br /&gt;Dari usaha yang sepertinya sia-sia&lt;br /&gt;ALLAH SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau sudah menangis sekian lama&lt;br /&gt;Dan hatimu masih terasa pedih&lt;br /&gt;ALLAH SWT sudah menghitung airmatamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya&lt;br /&gt;Dan tidak tahu hendak berbuat apalagi&lt;br /&gt;ALLAH SWT punya jawabannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal&lt;br /&gt;Dan kau merasa tertekan&lt;br /&gt;ALLAH SWT dapat menenangkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan&lt;br /&gt;ALLAH SWT sedang berbisik kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu berjalan lancar&lt;br /&gt;Dan kau ingin mengucap syukur&lt;br /&gt;ALLAH SWT telah memberkatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang indah terjadi&lt;br /&gt;Dan kau dipenuhi ketakjuban&lt;br /&gt;ALLAH SWT telah tersenyum kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi&lt;br /&gt;Dan mimipi untuk digenapi&lt;br /&gt;ALLAH SWT sudah membuka matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memanggil dengan namamu&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa dimanapun kau&lt;br /&gt;Atau kemanapun engkau menghadap&lt;br /&gt;ALLAH SWT tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(UNknown)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-2816810323874198214?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/2816810323874198214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/jika-kau-merasa-lelah-dan-tak-berdaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2816810323874198214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/2816810323874198214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/jika-kau-merasa-lelah-dan-tak-berdaya.html' title='Allah Tau'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-6577141790627717957</id><published>2009-05-31T13:29:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T13:42:03.209+07:00</updated><title type='text'>Short Message Spirit</title><content type='html'>Takdir bukan masalah kesempatan, tetapi masalah pilihan hidup yang misteri hasilnya.  Bukan hal yang harus dinantikan tetapi hal yang harus diraih (Willian J Bryan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga sebuah kehebatan adalah tanggung jawab, karena disanalah teruji setiap perkataan, tindakan dan kesiapan dalam menghadapi resiko yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh saja mengalami kehabisan akal berkali-kali, namun kita tidak boleh menyerah walau hanya sekali (Mary Crowley)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubahlah hidup anda hari ini, jangan pernah bertaruh untuk masa depan.&lt;br /&gt;Beraksilah sekarang, tanpa menunda-nunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you come to your boss with a problem, always have some solution ready.&lt;br /&gt;Otherwise you will be giving your boss another headache. Bossess hate that!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuang dan berdoa adalah cara menuju apa yang kita inginkan supaya tercapai.  Dan hasil akan ditentukan oleh seberapa besar cara tersebut kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Winners never cheat” (John M. Huntman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan dan kejujuran selalu memberikan jalan-jalan baru bagi mereka dalam tantangan kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan terjadi apapun kecuali didahului oleh sebuah mimpi. Impian yang mati seperti burung yang tidak dapat terbang karema sayapnya terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak mengalami kegagalan dan pahitnya kegagalan, kita tidak merasakan manisnya kesuksesan (Sri Dhamananda Nayake)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mendapati kesulitan yang paling berat, saat seperti itu terkadang merupakan fajar dari kesuksesan. Dengan keuletan dan usaha yang lebih keras, sukses bisa kita cipta kitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita tahu bahwa sukses yang kita raih bukan hanya sekedar mengandalkan diri sendiri, tetapip juga andil orang lain, maka tetaplah rendah hati dan siap melayani orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discipline is the bridge between dreams and achievement. Everybody has dreams, but not many people achieve their dreams because lack of discipline&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa tersenyum lepas. Kehidupan akan lebih indah. Senyuman sederhana yang muncul dari hati yang tulus dapat memberikan kehangatan dalam segala suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan adalah melakukan hal yang biasa dengan cara yang tidak biasa. (Booker T Washington)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses yang beriman adalah orang yang bisa membangun landasan yang kuat dengan bata yang dilemparkan orang lain kepadanya (David Brinkley)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup meniti kebenaran, tidak selamanya kebaikan yang ditanam mendapatkan buah kebaikan. Melakukan atau tidak melakukan sesuatu bukan karena kesenangan semata, tapi karena nurani dan kebenaran hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memilki kebiasaan jelek sulit untuk meraih keberhasilan. Sebaliknya orang yang memiliki kebiasaan baik, akan sulit mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan terbesar dari generasi kita adalah bahwa manusia dapat mengubah cara berfikir mereka (William James)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the world today, we get what we want by giving people what they want – faster and better. But we must be prepared to give first&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James: The 21st century is the century of self-motivated life-long learning-continuous learning and skill improvement. Go to school&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi saja tidaklah cukup. Ia harus digabungkan dengan perjuangan nyata.  Tidaklah cukup hanya dengan memandang anak tangga. Kita harus menapaknya agar diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan gagasan yang baik, dan tetap berpegang teguh dengannya. Kerjakan gagasan tersebut sampai selesai. Dan selesaikan dengan benar (Walt Disney)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan tidak akan dapat mengubah apapun, malah hanya menghambat langkah kita ke depan. Lakukanlah yang terbaik untuk dunia. Hidup kita pasti bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang optimis bukanlah orang yang karena melihat jalan mulus dihadapannya. Tetapi orang yang YAKIN 100% dan BERANI untuk mengatasi setiap cobaan yang menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman membuat kita mampu untuk mengenali sebuah kesalahan bilamana kita menghadapinya lagi (Franklin Jones)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personalitas yang baik dapat membuka pintu kesempatan, tetapi hanya karakter yang baik yang terus membuka pintu tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan tidak akan turun apabila tidak ada awan. Hati tidak mudah timbul kebencian bila dipenuhi dengan rasa persahabatan dan cinta kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa menerima kegagalan, setiap orang pernah gagal. Tetapi saya tidak bisa menerima orang yang tidak berusaha (Michael Jordan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan perubahan, jika perubahan itu ada dijalur dan arah yang benar (Winston Churcill). Kebenaran itu tidak selamanya menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kita hari ini adalah akumulasi dari tindakan kita di masa lalu. Maka mulailah lakukan kebaikan hari ini, saat ini, demi kehidupan yang lebih baik di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang mutlak sempurna di dunia ini. Yang ada adalah melakukan segala sesuatu dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Itulah makna aktualisasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah pintu tertutup, selalu ada pintu lain yang terbuka (Alexander G. Bell). Tuhan tidak akan memberikan apa-apa kepada mereka yang berpangku tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinking about success, gives us confidence to take risks.&lt;br /&gt;Thinking about your failures, frightens you for taking risk.&lt;br /&gt;So, think your success&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita tidak tahu kapan kita sukses datang menyapa&lt;br /&gt;Jangan pedulikan itu..!&lt;br /&gt;Yakini sukses pasti datang pada kita yang siap mental, tekun berusaha dan pantang putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada yang mutlak sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah melakukan segalanya menjadi lebih baik lagi. Itulah makna perbaikan. Kita berbeda karena konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan seseorang bukan diperoleh karenasekedar keberhasilan. Tapi pada ketabahan untuk menerima kerugian apapun dengan berjiwa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AW : Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus kita miliki.&lt;br /&gt;Dengan bekal kegigihan dan usaha yang konsisten, kesuksesan tidak mungkin lepas dari cengkraman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bermental lemah saat menghadapi kesulitan gampang menyerah dan patah semangat. Bagi orang yang bermental kuat, kesulitan adalah cambuk keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan bukan hasil dari kemenangan. Perjuangan anda-lah yang melahirkan kekuatan. Ketika kita mengahadapi kesulitan dan kita tidak menyerah, itulah kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon berkata: Bahwa dia dapat meraih kemenangan dalam setiap peperangan, karena dia memahami arti dari 5 menit. Masa depan penuh persaingan, hargailah diri kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jatuh bukan karena gunung yang tinggi, namun karena kerikil yang kecil. Maka perhatikan dan jaga setiap langkah kaki kita agar tetap tegar! Semangat! Gesit dan waspada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gosip adalah ketika anda mendengar sesuatu yang anda sukai dari orang yang tidak anda sukai (Earl Wilson).  Bijaksanalah dengan setiap informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak akan memberikan apa-apa kepada mereka yang hanya berpangku tangan.  (West African Proverb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kita tidak tahu kapan kita akan sukses, tapi tidak usah cemas!!  Karena sukses pasti datang kepada mereka yang siap secara mental, tekun belajar dan gigih mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik-detik yang menyengsarakan, jangan pernah kehilangan harapan. Hujan yang lebat dihasilkan dari mendung yang gelap (Peribahasa Persia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering orang bilang hidup adalah sandiwara, setuju atau tidak, yang penting apapun peranan kita di kedupan ini, harus kita jalankan dengan jujur dan tulus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-6577141790627717957?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/6577141790627717957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/short-message-spirit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6577141790627717957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/6577141790627717957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/short-message-spirit.html' title='Short Message Spirit'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389435484683806593.post-8408011026875142221</id><published>2009-05-31T13:17:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T13:25:58.648+07:00</updated><title type='text'>WELCOME POSTING</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hai..Hai..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selamat datang di TENDA SEMANGAT!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kenapa dipiliih nama TENDA SEMANGAT??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Karena, diharapkan setelah membaca blog ini, para pembaca bisa ngedapetin sesuatu. Sesutu yang bisa menimbulkan, menambah, memupuk semangat. Karena pada posting2 berikutnya, TENDA SEMANGAT akan posting sesuatu yg bisa bikin semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tadinya sih, mau sok2an pake bahasa inggris,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sempet kepikiran beberapa kata kaya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"youngladiesspirit" ,tapi dibatalin. Karena tidak mau ada penspesialisasian gender.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"spiritcorner" ,tp sudah ada yang pakai. Lagipula, kurang indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada akhirnya, terlintaslah sebuah nama : TENDA SEMANGAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sumber sumber postingan TENDA SEMANGAT berasal dari pikiran pribadi pendiri TENDA SEMANGAT, email-email yang bisa bikin semangat dari milis2 yang diikuti oleh TENDA SEMANGAT, buku2 motivasi, dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;untuk menghubungi pendiri TENDA SEMANGAT,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;hubungi : tendasemangat@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;thanks for visit&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389435484683806593-8408011026875142221?l=tendasemangat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tendasemangat.blogspot.com/feeds/8408011026875142221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/welcome-posting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8408011026875142221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389435484683806593/posts/default/8408011026875142221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tendasemangat.blogspot.com/2009/05/welcome-posting.html' title='WELCOME POSTING'/><author><name>Tenda Semangat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211029942261812690</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
